“Jika dulu mendaftar BPJS dan membayar menunggu 14 hari. Saat ini cukup sepuluh menit langsung bisa aktif. Khusus masyarakat kurang mampu, kami siapkan anggaran Rp 49,4 miliar. Warga kurang mampu dibayari melalui APBD kabupaten Semarang,” katanya.
Menurut Ngesti, kemiskinan di Kabupaten Semarang juga menurun. pada tahun 2022 angka kemiskinan mencapai 7,29 persen sekarang di angka 7,05 persen. Pengangguran terbuka yang sebelumnya 5,02 persen turun menjadi 4,05 persen. (Wisnu)
