Penyidik masih menghitung dugaan keuntungan yang mengalir ke kantong pribadi pihak-pihak terkait kasus dugaan pengadaan laptop berbasis chromebook yang menjerat Nadiem Makarim
KITAINDONESIASATU.COM – Walaupun Nadiem Makarim dan 4 orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka, Kejaksaan Agung (Kejagung) masih menyelidiki dugaan keuntungan yang mengalir ke kantong pribadi.
Dengan kerugian diperkirakan sekitar Rp1,98 Triliun, penyidik kini memfokuskan bidikannya untuk membongkar siapa saja yang turut menikmati aliran dana haram dari proyek pengadaan Chromebook.
Fokus utama saat ini adalah memetakan aliran dana dan mengidentifikasi semua pihak yang diduga diuntungkan atas proyek pengadaan tersebut.
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna menyatakan bahwa proses pendalaman terkait aliran uang yang diterima para tersangka, termasuk Nadiem, masih terus berjalan intensif.
“ Itu masih didalami semuanya,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta pada Jumat, 5 September 2025.
BACA JUGA : Ditahan Kejagung, Ekspresi Muram Nadiem Makarim dengan Rompi Tahanan Viral
Ia juga menambahkan keuntungan jumbo spesifik yang masuk kantong pribadi Nadiem yang belum dipastikan jumlahnya.
“Penyidik belum bisa bicara mengenai keuntungan yang didapat oleh eks mendikbudristek karena masih tahap penyidikan,” tuturnya.
4 Orang Tersangka Pengadaan Chromebook + Nadiem Makarim
Seperti yang telah diberitakan, Nadiem ditangkap bersama 4 orang lainnya.
– Sri Wahyuningsih (SW), yang menjabat sebagai Direktur Sekolah Dasar Ditjen PAUD Dikdasmen pada 2020–2021;
– Mulyatsyah (MUL), Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020;
– Ibrahim Arief (IBAM), konsultan perorangan untuk Rancangan Perbaikan Infrastruktur Teknologi Manajemen Sumber Daya Sekolah di Kemendikbudristek;
– Jurist Tan (JT/JS), mantan staf khusus Mendikbudristek di era Nadiem Makarim.
Berdalih
Sementara itu, Nadiem masih bersikeras membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya.
“Saya tidak melakukan apa pun. Tuhan akan melindungi saya, kebenaran akan keluar. Allah akan mengetahui kebenaran,” ujar Nadiem sambil berteriak di hadapan publik.
“Bagi saya seumur hidup saya integritas nomor satu, kejujuran adalah nomor satu. Allah akan melindungi saya Insyaallah,” tuturnya. (*)


