News

Musim Hujan Datang, Jalan Rusak Bertebaran, PUPR Kota Bogor Masih Menunggu Material

×

Musim Hujan Datang, Jalan Rusak Bertebaran, PUPR Kota Bogor Masih Menunggu Material

Sebarkan artikel ini
IMG 20260128 WA0011
Kondisi lubang jalan menganga di wilayah Bogor Selatan, membahayakan pengendara saat hujan (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Kerusakan jalan berlubang yang dibiarkan menganga di sejumlah ruas jalan Kota Bogor kini tak sekadar mengganggu kenyamanan, tetapi telah berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua. Ironisnya, kondisi berbahaya ini berlangsung di tengah tingginya mobilitas warga dan intensitas hujan yang terus mengguyur wilayah Bogor.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan terparah terjadi di wilayah Kecamatan Bogor Selatan. Sejumlah titik seperti jalur Pamoyanan menuju BNR, akses alternatif pascapenutupan Jalan Batu Tulis, hingga kawasan Cipinang Gading, Rangga Mekar, dan Pabuaran terpantau mengalami kerusakan parah dengan lubang-lubang dalam yang sulit dihindari.

Curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir disinyalir mempercepat degradasi badan jalan. Genangan air yang menutupi lubang kerap membuat pengendara tidak menyadari bahaya di depannya, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Kondisi tersebut memicu keresahan warga. Rahmansyah Herlambang (38), warga yang setiap hari melintasi jalur Pamoyanan, mengaku waswas setiap kali melintas, terutama saat hujan turun.

“Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Kalau hujan turun, lubang-lubang itu tertutup air, jadi tidak kelihatan sama sekali. Ini jelas membahayakan nyawa kami sebagai pengguna jalan,” ujar Rahmansyah, Rabu 28 Januari 2026.

Ia menyayangkan lambannya penanganan dari pihak terkait, padahal jalan tersebut merupakan akses vital yang setiap hari dilalui ribuan warga Bogor. Menurutnya, keterlambatan perbaikan seolah menunjukkan rendahnya perhatian terhadap keselamatan masyarakat.

Keluhan warga turut mendapat sorotan dari DPRD Kota Bogor. Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, secara tegas mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor agar tidak lagi menunda perbaikan.Ia menekankan bahwa respons cepat harus disertai dengan kualitas pekerjaan yang memadai, bukan sekadar solusi sementara.

“Kami menginstruksikan Dinas PUPR untuk bergerak cepat melakukan perbaikan. Jangan hanya sekadar tambal sulam, tapi perhatikan kualitas aspalnya. Harus pakai aspal dengan kualitas bagus agar tahan lama, apalagi Bogor sering diguyur hujan,” tegas Ahmad yang akrab disapa Kiwong.

Kiwong juga menegaskan bahwa keselamatan warga tidak boleh dikorbankan akibat pekerjaan infrastruktur yang tidak maksimal. Ia berjanji akan terus mengawal proses perbaikan agar anggaran yang digunakan benar-benar berdampak jangka panjang bagi mobilitas masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa keterlambatan penanganan dipengaruhi oleh kendala pasokan material. Menurutnya, Dinas PUPR masih menunggu ketersediaan bahan baku utama dari penyedia hotmix.

“Kata Dinas PUPR, ini dampak dari penutupan tambang material di Parung Panjang dan Rumpin oleh Pemprov Jabar,” singkat Dedie.

Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa warga berharap pemerintah daerah tidak sekadar beralasan, melainkan segera menghadirkan solusi konkret demi mencegah jatuhnya korban akibat jalan rusak yang terus dibiarkan. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *