KITAINDONESIASATU.COM — Pemerintah Kota Bogor mengandalkan creative financing atau pembiayaan kreatif untuk menjaga percepatan pembangunan infrastruktur di tengah pemotongan dana transfer daerah sekitar Rp300 miliar. Skema ini melibatkan kemitraan swasta, program Corporate Social Responsibility (CSR), badan usaha milik daerah, hingga dukungan pemerintah pusat.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) X BPC Gapensi Kota Bogor di IPB International Convention Center (ICC), Kamis 15 Oktober 2026. Kegiatan ini mengusung tema penguatan sinergi badan usaha konstruksi dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Creative Financing Pemkot Bogor untuk Infrastruktur
Dedie menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah mendorong Pemkot Bogor mencari sumber pembiayaan alternatif agar proyek strategis tetap berjalan. Sejumlah proyek memanfaatkan kontribusi swasta, CSR, pembiayaan BUMD, dan dukungan pemerintah pusat.
Salah satunya adalah pembangunan akses keluar Tol Bocimi di Ciawi melalui proyek Overarm Ciawi 2. Proyek tersebut memanfaatkan dana CSR Sinarmas Group dengan nilai hampir Rp120 miliar.
Pemkot Bogor juga mendorong pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Galuga dan Kayumanis. Berdasarkan keterangan dalam acara tersebut, masing-masing lokasi direncanakan memiliki kapasitas 1.500 ton per hari dengan nilai investasi sekitar Rp2 triliun per lokasi.
Dalam skema itu, investasi swasta menjadi sumber pembiayaan utama, sedangkan APBD dialokasikan untuk kebutuhan tertentu, termasuk pembebasan lahan dan akses jalan.
Proyek Pasar Anyar hingga Ring Road 3
Skema pembiayaan alternatif juga diarahkan untuk penataan kawasan Pasar Anyar dan Pasar Kebon Kembang serta pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Salmun. Pembiayaan proyek tersebut memadukan dukungan BUMD, partisipasi pihak ketiga, dan dana insentif daerah dari Kementerian Dalam Negeri.
Sementara itu, pembangunan bundaran kawasan Bogor Selatan menuju Kota Bogor didukung komitmen kontribusi pengembang lokal.
Untuk kelanjutan Ring Road 3 (R3), termasuk ruas Ciliwung hingga Wangun dan pembangunan jembatan, Pemkot Bogor akan memanfaatkan skema bantuan pinjaman daerah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), yang berada di bawah Kementerian Keuangan.
Dedie menilai, pembiayaan kreatif perlu dirancang untuk jangka pendek, menengah, dan panjang agar kegiatan ekonomi daerah tetap bergerak meski transfer anggaran mengalami pengurangan.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi, kepatuhan terhadap aturan, dan kerja sama antarlembaga. Pemkot Bogor, kata dia, terus membenahi sistem pengadaan barang dan jasa agar lebih terbuka, adil, transparan, dan akuntabel.
Irwan M. Nur Terpilih sebagai Ketua Gapensi Kota Bogor
Dalam Muscab X BPC Gapensi Kota Bogor, H. Irwan M. Nur terpilih secara aklamasi sebagai ketua untuk masa bakti 2026–2031.
Dalam pidato perdananya, Irwan menyebut Muscab bukan sekadar agenda pergantian pengurus setiap lima tahun, melainkan momentum evaluasi dan transformasi organisasi di tengah perkembangan sektor jasa konstruksi.
Menurutnya, kondisi geografis Kota Bogor menghadirkan tantangan tersendiri bagi pelaku konstruksi. Curah hujan tinggi, kontur tanah, dan dinamika sosial menuntut penerapan standar mutu yang baik serta manajemen risiko bencana.
Irwan menegaskan bahwa pengusaha konstruksi lokal harus mengutamakan kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, dan ketepatan mutu. Sinergi dengan Pemkot Bogor, Kadin, dan Dinas PUPR juga dinilai penting untuk meningkatkan keterlibatan pengusaha serta tenaga kerja lokal.
Gapensi Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Bogor
Gapensi Kota Bogor menyatakan kesiapan untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam mewujudkan tata ruang kota yang modern dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan identitas budaya.
Muscab X BPC Gapensi Kota Bogor menjadi momentum penguatan komitmen organisasi untuk berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, asosiasi konstruksi, dan sektor swasta, pembiayaan kreatif diharapkan dapat membuka peluang pembangunan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Kegiatan tersebut mengusung jargon “Gapensi Jaya, Bogor Beres, Bogor Maju!” sebagai semangat pengusaha konstruksi lokal dalam mengawal pembangunan Kota Bogor.





