News

Mobil Honda Accord Diseruduk KA Mutiara Timur di Pasuruan, Empat Penumpang Tewas

×

Mobil Honda Accord Diseruduk KA Mutiara Timur di Pasuruan, Empat Penumpang Tewas

Sebarkan artikel ini
Mobil Honda Accord Diseruduk KA (Istimewa)
Mobil Honda Accord Diseruduk KA (Istimewa)

KITAINDONESIASATU.COMKecelakaan maut Mobil Honda Accord terjadi di Beji, Kabupaten Pasuruan, Minggu (30/11/2025) sekitar pukul 10.19 WIB.

Sebuah mobil Honda Accord bernomor polisi L 1519 ABJ tertabrak Kereta Api Mutiara Timur di perlintasan tanpa palang pintu JPL No. 88, tepatnya di Jalan Selokambang, Kelurahan Gunung Gangsir, kawasan antara Stasiun Porong–Stasiun Bangil.

Peristiwa tersebut merenggut empat nyawa penumpang mobil yang diketahui masih satu keluarga.

Kronologi Kecelakaan Mobil Honda Accord

Berdasarkan informasi dari aparat kepolisian, kecelakaan bermula saat mobil melaju dari arah utara menuju selatan.

Baca Juga  Bencana Sukabumi: 8.477 Jiwa Terdampak, Ribuan Rumah Rusak Berat

Saat tiba di lokasi kejadian, mobil diduga tidak menyadari kereta Mutiara Timur tengah melintas dari arah Surabaya menuju Banyuwangi.

Benturan tidak terhindarkan dan membuat mobil terseret beberapa meter ke arah timur sebelum akhirnya terguling di sekitar area rel.

Dalam kejadian itu, empat orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sementara satu penumpang lainnya mengalami luka ringan.

Seluruh korban merupakan warga Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Pasuruan.

Polisi masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti terjadinya kecelakaan.

Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan telah diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan area dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Baca Juga  Masak Ikan Jadi Media Edukasi Gizi dan Cegah Stunting di Kalsel

Hingga kini, petugas masih bekerja di lapangan guna menelusuri detail kronologi kejadian, termasuk kepastian kondisi rambu dan situasi lalu lintas saat kecelakaan berlangsung.

Kecelakaan Mobil Honda Accord di perlintasan tanpa penjaga seperti ini kembali menjadi perhatian karena dinilai rentan menimbulkan korban jiwa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *