News

Microsoft Ungkap Upaya Tiongkok Gunakan Bot untuk Pengaruhi Pemilu AS

×

Microsoft Ungkap Upaya Tiongkok Gunakan Bot untuk Pengaruhi Pemilu AS

Sebarkan artikel ini
FotoJet 8 11
Bot media sosial disinyalir memengaruhi pemilih pada pemilu AS 2024

KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah penelitian baru dari Microsoft mengungkapkan bahwa sekelompok bot media sosial yang dikendalikan oleh Tiongkok berusaha memengaruhi pemilih di negara bagian Alabama, Texas, dan Tennessee, serta menjelekkan Senator AS Marco Rubio dari Florida.

Operasi ini merupakan bagian dari upaya terkoordinasi untuk campur tangan dalam pemilu lokal. Akun-akun palsu tersebut menargetkan sejumlah politisi Partai Republik seperti Perwakilan Barry Moore dari Alabama, Michael McCaul dari Texas, serta Senator Marsha Blackburn dari Tennessee dan Rubio.

Peneliti menemukan bahwa jaringan troll ini, yang disebut Taizi Flood dan memiliki hubungan dengan Kementerian Keamanan Publik China, menyebarkan propaganda antisemit, memperbesar tuduhan korupsi, dan mendukung kandidat oposisi.

Para anggota parlemen tersebut diyakini menjadi target karena kritik mereka terhadap kebijakan pemerintah China.

“Tiongkok tidak berniat dan tidak akan ikut campur dalam pemilu AS. Klaim semacam itu dipenuhi spekulasi jahat” demikian juru bicara kedutaan besar Tiongkok di Washington, seperti ditulis Reuters pada Rabu, 23 Oktober 2024.

Di antara aktivitas bot, mereka mengkritik Moore atas dukungannya terhadap Israel dengan menggunakan bahasa antisemit, serta menuduh Rubio terlibat dalam skandal korupsi.

Mereka juga mendukung lawan politik Blackburn sambil menyebarkan klaim bahwa dia menerima uang dari perusahaan farmasi. Sementara itu, McCaul dituduh terlibat dalam perdagangan orang dalam.

Moore, McCaul, dan Blackburn semuanya akan mencalonkan diri kembali bulan depan, sedangkan Rubio tidak akan mencalonkan diri hingga 2028.

Meskipun upaya ini ditemukan oleh Microsoft, peneliti mencatat bahwa pengaruhnya terhadap keterlibatan publik sangat rendah, tanpa ada metrik pasti mengenai berapa banyak orang Amerika yang terpengaruh.

Menanggapi kampanye ini, Moore menyatakan bahwa ia tidak terkejut, menyebut bahwa Tiongkok berusaha menghancurkan demokrasi global melalui serangan siber.

McCaul juga menganggap penargetan tersebut sebagai pengakuan atas komitmennya melawan PKT. Sementara itu, juru bicara dua anggota parlemen lainnya tidak memberikan komentar.- ***

Sumber: Reuters

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *