News

Menuju Indonesia Emas 2045, DPR RI dan BKKBN Perkuat Program Keluarga Berencana di Semarang

×

Menuju Indonesia Emas 2045, DPR RI dan BKKBN Perkuat Program Keluarga Berencana di Semarang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260429 183716 scaled
Penyerahan bantuan kepada masyarakat disertai edukasi pencegahan stunting dalam kegiatan Bangga Kencana di Kabupaten Semarang

KITAINDONESIASATU.COM- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN) menggelar kegiatan fasilitasi teknis Program Bangga Kencana bersama mitra di Balai Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah pusat hingga daerah guna memperkuat peran keluarga dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. H. Muhammad Haris, S.S., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia memiliki lingkup tugas di bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial. Ia menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”.

Menurutnya, upaya tersebut mencakup penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM), serta kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, hingga pengembangan ekonomi syariah, digital, hijau, dan biru. Selain itu, pembangunan SDM juga harus diperkuat melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, sains dan teknologi, kesetaraan gender, serta pemberdayaan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

“Pembangunan juga harus dimulai dari desa dan dari bawah untuk mendorong pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Deputi V Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati, S.IP, MPH, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki tugas membantu Presiden dalam urusan kependudukan dan pembangunan keluarga, termasuk pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana.

Ia menekankan pentingnya penerapan konsep 4T dalam perencanaan keluarga, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat, dan terlalu banyak.

“Terlebih bagi ibu hamil di bawah usia 20 tahun, di atas 35 tahun, jarak kelahiran kurang dari dua tahun, serta memiliki lebih dari empat anak hidup, perlu menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa usia ideal menikah adalah 25 tahun bagi pria dan 21 tahun bagi wanita, karena dinilai lebih matang secara fisik, mental, dan ekonomi.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Ir. Rusman Efendi, MM, dalam paparannya mengangkat tema “Generasi Emas, Keluarga Sehat Cegah Stunting”. Ia menyebut keluarga berencana merupakan langkah strategis bagi pasangan usia subur dalam mengatur kehamilan, menjaga kesehatan reproduksi, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga.

“KB merupakan langkah penting dalam mencapai keluarga yang sehat, sejahtera, dan berencana,” katanya.

Ia juga menyinggung Mars KB yang telah ada sejak tahun 1970 dan tidak mengalami perubahan lirik, sebagai simbol konsistensi program keluarga berencana di Indonesia.

Di tingkat daerah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Semarang, Dewanto Leksono WS, STP, MM, memaparkan program Taman Asuh Sayang Anak sebagai reformulasi dari Program Bina Keluarga Balita dan Anak (BKB).

Program ini menekankan pentingnya kehadiran lembaga penitipan anak di desa, perkantoran, hingga lingkungan industri, guna memastikan pemenuhan hak anak pada masa usia emas, tanpa mengabaikan produktivitas ekonomi orang tua.

Selain itu, ia juga menyampaikan fokus kebijakan terkini Tim Pendamping Keluarga (TPK), meliputi pendampingan berbasis data serta pelaksanaan program quick win seperti Genting, Tamasya, GATI, dan Sidaya.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang melibatkan peserta, sebagai bentuk interaksi dan penguatan pemahaman masyarakat terhadap program Bangga Kencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *