News

Menteri Dody Tinjau Metode Budidaya Padi Hemat Air di Rentang Cirebon

×

Menteri Dody Tinjau Metode Budidaya Padi Hemat Air di Rentang Cirebon

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2025 01 04 at 19.48.41 fotor 202501069256
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Tinjau Penerapan IPHA di D.I Rentang. (Foto: Humas Kementerian PU)

KITAINDONESIASATU.COM – Di Daerah Irigasi (D.I) Rentang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, telah dibuat percontohan penerapan Irigasi Padi Hemat Air (IPHA). Penerapan IPHA ini seluas 85.867 hektare (ha) sejak setahun lalu.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau lokasi tersebut pada Sabtu, 4 Januari 2025.

Dikatakan, setelah di Rentang, akan dilanjutkan penerapannya di D.I Kamun seluas sekitar 2.000 ha yang saat ini masih dalam tahap sosialisasi.

“Bedanya pada cara tanam, pemakaian air berkurang tapi yang produksi gabahnya bisa naik 2 ton. IPHA rencananya diterapkan di seluruh Indonesia karena ini salah satu solusi bahwa hemat air pun bisa maksimal hasilnya, inshaaAllah saya yakin bisa,” katanya.

Baca Juga  5 Wisata Alam Paling Eksotis di Cirebon yang Wajib Masuk Daftar Liburan

Metode IPHA adalah teknik budidaya padi dengan sistem pengelolaan tanaman, air dan tanah. Tujuannya untuk meningkatkan penggunaan air yang efektif, efisien dan proporsional, meningkatkan luas areal pertanaman (IP) terutama saat musim kemarau, serta meningkatkan produksi dan pendapatan petani.

“Keunggulannya pemakaian air lebih hemat kurang lebih 30%, hemat biaya hanya butuh benih 10 kg/ha, dan hemat waktu panennya lebih cepat karena ditanam bibit muda. Hasilnya terbukti dapat meningkatkan produksi hingga mencapai 11 ton/ha,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Bob Arthur Lombogia.

Baca Juga  Israel Bombardir Lebanon Selatan di Tengah Upaya Gencatan Senjata

Dengan adanya penghematan air, maka suplai air yang tersisa dapat dipakai ke areal lain pada musim kemarau sehingga dapat meningkatkan IP hingga 30%.

Sunaryo, salah satu petani, juga menyampaikan penerapan metode IPHA selama satu tahun atau dua kali musim tanam ini memberikan peningkatan hasil panen yang signifikan.

“Alhamdulillah ada peningkatan setelah IPHA sebelumnya 8,4 ton/ha menjadi 9,8-10,5 ton/ha,” katanya.

Turut hadir Direktur Irigasi dan Rawa Bastari dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung Dwi Agus Kuncoro. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *