KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio secara tegas menyatakan penolakan terhadap pengakuan negara Palestina secara sepihak. Pernyataan ini disampaikan Kamis 4 September 2025 di tengah meningkatnya desakan internasional dan rencana beberapa negara untuk mengakui Palestina sebagai sebuah negara berdaulat.
Menurut Rubio, langkah tersebut hanya akan menghambat upaya diplomatik yang sedang berjalan dan memberikan keuntungan bagi kelompok ekstremis seperti Hamas.
Dalam pernyataannya, Rubio menekankan bahwa solusi dua negara tetap menjadi tujuan akhir AS, tetapi ia menambahkan bahwa pembentukan negara Palestina harus dicapai melalui negosiasi langsung antara Israel dan Palestina, bukan melalui tindakan sepihak.
“Pengakuan sepihak tidak akan menciptakan perdamaian, melainkan hanya akan memberikan ilusi dan memperkuat mereka yang menolak kompromi,” ujarnya. AS juga dilaporkan tidak akan menghadiri konferensi PBB yang berfokus pada solusi dua negara, yang disebutnya sebagai “aksi publisitas.”
Pernyataan ini sejalan dengan kebijakan pemerintahan AS saat ini yang menentang upaya internasional untuk mengakui Palestina tanpa kesepakatan damai dengan Israel. Langkah ini juga menunjukkan pergeseran dari sikap sebelumnya yang lebih mendukung solusi dua negara.

