KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Keuangan atau Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan lonjakan harga minyak dunia yang mendekati 100 dolar AS per barel tidak akan mengganggu stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah disebut telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga ketahanan fiskal di tengah tekanan global.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah adanya pembahasan internal pemerintah bersama Presiden Prabowo Subianto terkait potensi dampak kenaikan harga energi terhadap kondisi keuangan negara.
Menurut Purbaya, pemerintah telah melakukan perhitungan matang dengan berbagai skenario untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Skenario Fiskal Disiapkan Menkeu Hadapi Tekanan Global
Kementerian Keuangan telah merancang sejumlah langkah mitigasi guna menjaga stabilitas APBN, meski diakui informasi tersebut belum sepenuhnya tersampaikan kepada publik.
Pemerintah berencana memperkuat komunikasi agar masyarakat memahami kondisi fiskal secara lebih jelas dan transparan.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan beberapa skenario dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN.
Dalam skenario tertentu, defisit anggaran berpotensi melampaui batas 3 persen, tergantung pada pergerakan harga minyak, nilai tukar rupiah, serta pertumbuhan ekonomi.
Pada skenario moderat hingga pesimistis, kenaikan harga minyak dunia dapat mendorong pelemahan rupiah dan meningkatkan imbal hasil surat berharga negara, yang berujung pada pelebaran defisit.
Meski demikian, pemerintah menegaskan seluruh perhitungan dilakukan secara terukur dan tetap dalam kendali untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.(*)


