News

Melihat Tradisi Panjang Mulud Nabi di Banten 

×

Melihat Tradisi Panjang Mulud Nabi di Banten 

Sebarkan artikel ini
Tradisi mulud di Banten. (Yoyok)
Tradisi mulud di Banten. (Yoyok)

“Di Banten, Sultan memerintahkan kepada Tumenggung Wirautama untuk membuat persiapan secukupnya bagi keperluan penyambutan itu. Pada hari yang ditentukan, semua perisapan telah sempurna. Setiap orang telah siap di tempatnya masing-masing. Sultan duduk bersama pengiringnya di srimanganti. Yang menerima surat dari Khalifah Mekkah adalah Ki Pekih, di atas kapal. Ketika kapal akan merapat, dari atas kapal ditembakan meriam sebelas kali yang kemudian dibalas dengan jumlah yang sama dari perbentengan. Gamelan dibunyikan dan sekali lagi meriam dibunyikan sebagai tanda penghormatan. Bendera dari Mekkah dibawa oleh Kiai Rangga Paman, sedangkan hadiah-hadiah lainnya dari Mekkah dibawa oleh Tumengga Indrasupati,” demikian ditulis Halwany Michrob dan Mudjahid Chudori dalam ‘Catatan Masa Lalu Banten’, mengutip tulisan Djajadiningrat.

Selain mendapat hadiah berupa bendera berlambang pedang Dzulfikar, dari Khalifah di Mekkah, Sultan Abdul Kadir mendapat gelar kebesaran yakni Sultan Abdul Mafakhir Mahmud Abdul Kadir sedangkan Pangeran Pekik mendapat gelar Sultan Ma’ali Ahmad.

Tubagus Najib, peneliti di Pusat Arkeologi Nasional menyebutkan Banten ditetapkan sebagai Kesultanan yang bergelar Sultan pada masa Abdul Mafakhir, yang ditetapkan pada tanggal 12 Rabiul Awwal 1044, bertepatan tanggal 7 Oktober 1634 M. Waktu penetapan tersebut, selalu diperingati setiap tahun, pada waktu Maulid Nabi Muhammad, dengan mengarak simbol-simbol/regalia kesultanan mengelilingi pusat kota di Kesultanan Banten. Hal ini berdasarkan manuskrip pupuh Asmarandana, 21 “sampun palasta tinulis, lan name sanak ingwang, kang rama ika jenenge, Sulthan Abu Mapakir ika, Mahmud Zulkadir ika, ingkang putra jenengipun, Sulthan Abul Ma’ali Ahmad“. Pada pupuh 19. “iki wewekas manira tunggul punika, benjang ing saban ing wulan Mulud, iderana maring kutha.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *