KITAINDONESIASATU.COM – Kasus kecelakaan warga tertemper KA di wilayah Sidoajo beberapa hari terakhir marak terjadi setidaknya dalam beberapa hari ini terdapat 3 kasus orang ditabrak KA, 2 orang tewas dan 1 orang selamat, Jumat (8/8/2025).
Kecelakaan sebelumnya terjadi pada Jumat, 1 Agustus 2025 seorang tukang tambal ban terserempet KA Jayabaya di perlintasan Desa Sruni Kecamatan gedangan, korban selamat, namun mengalami luka-luka cukup serius.
Sementara dua kecelakaan lainnya 2 korban meninggal dunia sebelumnya terjadi pada Rabu, 6 Agustus 2025 di perlintasan KA Desa Tebel, Kecamatan Gedangan Rabu, 6 Agustus 2025, menewaskan seorang wanita.
Diketahui korban seorang emak-emak berusia 53 tahun bernama Andarwati warga Sedati, Kabupaten Sidoarjo, diduga korban sengaja menabrakan diri hingga tertabrak KA Jenggala jurusan Gresik Sidoarjo dan korban tewas di tempak kejadian kecelakaan dengan kodisi jenazah mengenaskan..
Sementara kecelakaan terbaru terjadi Kamis, 7 Agustus 2025 petang di perintasan Kelurahan Magersari, Kota Sidoarjo menewaskan seorang kakek-kakek berusia 73 tahun bernama Sudarso warga Dusun Sono, Desa Sidokerto, Buduran, Sidoarjo yang merupakan purnawirawan Polri.
Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan peristiwa terjadi tepatnya di sebelah selatan jalur perlintasan langsung JPL 57 saat itu korban memang hendak menyeberang rel KA ke arah barat rel KA.
Pada saat yang sama tiba-tiba melaju KA Wijaya Kusuma dengan kecepatan maksimal melaju dari arah Selatan ke arah Utara, dari kejauhan KA sudah memberikan isyarat klason panjang, karena seseorang yang berada di pinggir rel KA.
Namun tiba-tiba korban melintas dengan cara melewati rel KA, namun karena KA Wijaya Kusuma juga melaju dengan kecepatan tinggi rupanya upaya penyeberangan kakek berusia 73 tahun ini kalah cepat dengan KA yang melaju diperlintasan hingga akhir korban terserempet hingga terpental ke pinggir rel KA.
Tubuh korban sempat tertemper KA Wijaya Kusuma yang melaju dengan kecepatan tinggi hingga tubuh korban terlempar hingga sejauh 2 meter lebih, saat itu juga petugas perlintasan juga sudah memperingatkan jika ada KA yang hendal melintas, namun dihiraukan.
Korban akhir terjatuh dan mengalami luka cukup parah di bagian tubuhnya akibat hantaman keras KA Wijaya Kusuma jurusan Ketapang, Banyuwangi – Cilacap, Jawa Tengah.
Melihat kejadian itu tidak lama kemudian petugas melakukan evakuasi korban ke RSUD RT Nitipuro SIdoarjo untuk mendapatkan perawatan medis, sayangnya nyawa korban tidak tertolong setelah mendapat perawatan beberapa jam di rumah sakit hingga korban dinyatakan meninggal dunia.
Petugas kepolisian datang di lokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkaran dan mengamankan barang bktu dan meminta keterangan kepada para saksi yang melihat peristiwa mengenaskan itu.
Peristiwa ini menjadi keprihatinan banyak pihak karena kurang berhati-hatinya warga masyarakat di jalur perlintasan KA, oleh karena polisi menghimbau kepada warga masyarakat agar berhati-hati dan selalu waspada ketika melintasi perelintasan rel KA, perlu melihat situasi benar-benar aman sebelum menyeberangi perlintasan rel KA. **


