News

Makan Bergizi Gratis Harus Bantu Kesejahteraan Masyarakat Lokal

×

Makan Bergizi Gratis Harus Bantu Kesejahteraan Masyarakat Lokal

Sebarkan artikel ini
Menu MBG. (Ist)
Menu MBG

KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet, menyambut positif program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.

Namun, Slamet menegaskan bahwa implementasi program ini harus memberikan manfaat langsung kepada petani, peternak, dan nelayan lokal.

“Program makan bergizi gratis yang diluncurkan pemerintah sangat baik, terutama untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak. Namun, saya mengingatkan agar pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat bagi petani, peternak, dan nelayan lokal, sehingga kesejahteraan mereka juga meningkat,” ujarnya seperti ditulis Parlementaria pada Jumat, 6 Desember 2024.

Baca Juga  Tiga Hari Empat Nyawa Melayang Sia-sia di Malang, Korban Balita Hingga Tabrak Lari di Kromengan

Politisi Fraksi PKS ini menekankan pentingnya bahan pangan yang digunakan dalam program ini berasal dari produksi lokal.

Hal ini diharapkan tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga dapat memperkuat ekonomi pedesaan dan mendukung keberlanjutan sektor pangan.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa bahan pangan yang digunakan dalam program ini berasal dari hasil produksi masyarakat lokal kita. Dengan cara ini, program ini tidak hanya akan meningkatkan gizi, tetapi juga memperkuat ekonomi pedesaan serta mendorong keberlanjutan sektor pangan,” ujar Slamet.

Program makan bergizi gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, menyediakan makanan bergizi yang dapat diakses secara gratis oleh anak-anak dan kelompok rentan.

Baca Juga  Pemerintah Sebut Serangga dan Ulat Bisa Jadi Menu Makan Bergizi Gratis

Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan dana sebesar Rp71 triliun dalam APBN 2025 untuk mendukung program ini, dengan target menjangkau sekitar 19,47 juta orang, termasuk anak sekolah dan ibu hamil atau menyusui.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *