News

KemenKKP Kolaborasi dengan BGN Siapkan Ikan untuk Program Makan Bergizi Gratis

×

KemenKKP Kolaborasi dengan BGN Siapkan Ikan untuk Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
FotoJet 7 17
Makan bergizi gratis

KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka siap memenuhi kebutuhan protein untuk mendukung program yang diusung pemerintahan Prabowo Subianto.

“KKP siap memenuhi kebutuhan sumber protein pada program MBG melalui produk perikanan bermutu untuk mendorong program peningkatan gizi masyarakat tersebut,” kata Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Minggu (1/12).

Trenggono mengatakan, saat ini pihaknya telah mengembangkan budi daya perikanan yang disesuaikan dengan komoditas paling dominan di masing-masing wilayah. Artinya, program MBG yang berbasis kearifan lokal dan tematik sesuai potensi paling dominan di daerah, sejalan dengan pengembangan budi daya perikanan.”Makan bergizi ini peluang besar untuk menyerap hasil budi daya perikanan, karena pasarnya sudah ada,” ujarnya.

Baca Juga  DPR Tetapkan Badan Gizi Nasional sebagai Mitra Komisi IX

Trenggono mengaku, pihaknya juga telah bertemu dengan Kepala BGN Dadan Hindayana. Bahkan KKP telah membuat berbagai modeling budi daya yang siap dikembangkan di berbagai wilayah, yaitu modeling budidaya ikan nila salin di Karawang.

Metode budi daya pada program modeling telah siap diterapkan dalam upaya revitalisasi tambak-tambak idle yang ada di sepanjang jalur Pantura dari Banten hingga Jawa Timur. Luasan tambak idle mencapai 78 ribu hektare, dan di tahap 1 revitalisasi akan menyasar 13 ribu hektare di tahun 2025.

“Kita akan buat budi daya perikanan tematik sesuai dengan potensi yang paling dominan untuk memenuhi kebutuhan pangan MBG,” ujarnya.

Baca Juga  Wapres Gibran Ngaku Sudah Ditagih Kapan Program Makan Bergizi Gratis Dimulai

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan KKP dalam pelaksanaan program MBG. Sinergi bahkan akan dilakukan dalam upaya pencapaian target swasembada pangan nasional.

Dadan menjelaskan, anggaran yang digunakan untuk MBG itu 85 persennya untuk membeli bahan lokal yang bersifat tematik. Misalnya saja daerah tersebut memiliki potensi perikanan, 85 persen dari anggaran untuk membeli ikan, sementara sisanya untuk pembiayaan memasak.

“MBG dirancang untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi di berbagai daerah sesuai potensi lokal, seperti distribusi ikan di wilayah dengan hasil laut melimpah atau telur di daerah penghasil telur,” ujar Dadan.

Baca Juga  Cek Layanan SIM Keliling Kabupaten Tangerang

Produk-produk lokal yang dikembangkan akan dimanfaatkan dalam program ini untuk mendukung ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta anak sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA dengan keterlibatan Badan Gizi sebagai off-taker utama.

“Jadi kalau daerah MBG banyak ikan ya kita kasih ikan, kalau telur ya kita kasih telur. Badan Gizi hadir di lokasi-lokasi itu menjadi off-taker terdepan bagi produk-produk yang dikembangkan, dan produknya akan kita gunakan untuk program makan bergizi, untuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak sekolah dari PAUD sampai SMA,” ungkap Dadan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *