KITAINDONESIASATU.COM-Lurah Cipayung tidak tahu menahu soal pembangunan kantor dan gudang mobil listrik BYD di wilayah Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Hal ini terkait dengan keluhan warga sekitar yang terdampak dari aktivitas renovasi bangunan bekas pusat perbelanjaan itu.
Lurah Cipayung, Dini Nurlianti, mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima dokumen resmi dari pengelola mobil listrik BYD. Seharusnya, dokumen resmi tersebut dilampirkan ketika proses perizinan pembangunan berlangsung.
“Sejak awal kelurahan sudah menjalankan fungsi pengawasan dan monitoring. Namun, saat kami mendatangi lokasi gedung, kami hanya ditemui security,” ujar Dini, kemarin.
Masih kata Dini, manajemen BYD tidak pernah melakukan komunikasi resmi dengan pihak kelurahan. Satu-satunya informasi yang diperoleh kelurahan hanyalah dari RT dan RW setempat. Dari informasi tersebut ternyata gedung sedang dilakukan renovasi dan bakal digunakan untuk aktivitas seperti showroom dan service kendaraan listrik.
“Saya dapat informasi tentang renovasi gedung malah dari warga. Bahkan, warga mengeluhkan aktivitas pembangunan sering kali berlangsung hingga larut malam. Ada suara alat bor dan warga yang tinggal jaraknya hanya 3 meter dari lokasi sangat terganggu,” ungkap Dini sambil menambahkan sebelumnya gedung itu adalah bekas gedung Carrefour.
Pada Mei lalu, perwakilan dari mobil listrik BYD infonya mendatangi Ketua RT dan RW dan menyampaikan bahwa gedung akan digunakan untuk jual beli mobil. Akan tetapi, belakangan aktivitasnya berkembang hingga ke renovasi besar-besaran. “Masyarakat menolak keras pemanfaat gedung tersebut sebelum ada izin resmi,” tegas Dini.
Untuk mendinginkan suasana, Dini menghimbau manajemen BYD hendakanya berkomunikasi dengan warga dan kelurahan secara resmi, agar tidak menimbulkan salah paham dan konflik sosial di kemudian hari. “Saya berharap pengelola bisa melakukan sosialisasi ke warga. Karena masyarakat sampai hari ini bertanya-tanya, dan saya pun sebagai lurah tidak punya informasi yang cukup,” ujarnya.




