News

Luapan Sungai Tabalong Lumpuhkan Akses Utama HSU-Tabalong

×

Luapan Sungai Tabalong Lumpuhkan Akses Utama HSU-Tabalong

Sebarkan artikel ini
Jalan Trans Kalimantan di Desa Sungai Turak, Kabupaten HSU yang rusak dan terendam ditutup setelah Sungai Tabalong meluap dan merendam badan jalan, Rabu (25/12/2024).Berikut jalur alternatif yang bisa dilewati. (ist)
Jalan Trans Kalimantan di Desa Sungai Turak, Kabupaten HSU yang rusak dan terendam ditutup setelah Sungai Tabalong meluap dan merendam badan jalan, Rabu (25/12/2024).Berikut jalur alternatif yang bisa dilewati. (ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Terendamnya jalan di Desa Sungaiturak, Kecamatan Amuntai Utara, Hulu Sungai Utara (HSU), akibat luapan air Sungai Tabalong, menyebabkan jalur utama penghubung HSU-Tabalong ditutup total.

Luapan air mulai menggenangi ruas jalan pada Senin (23/12) sekitar pukul 02.00 WITA. Pada saat itu, warga masih membantu pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintasi jalan yang terendam. Namun, seiring waktu, ketinggian air terus meningkat hingga jalan tersebut tidak lagi bisa dilalui oleh kendaraan.

Sebagian pengendara roda dua masih dapat menggunakan tepi jalan yang belum terendam, meskipun harus sangat berhati-hati karena kondisi jalan yang retak akibat longsor.

Untuk sementara waktu, pengendara yang hendak melintas di jalur utama ini dialihkan melalui beberapa jalan alternatif. Salah satu jalur alternatif yang digunakan adalah melalui Desa Sei Durian, Kecamatan Banua Lawas, Tabalong. Jalur ini meliputi rute dari HSU ke Desa Tabalong Mati, Batang Banyu, melintasi jembatan menuju Desa Sei Durian, lalu ke Pematang, dan akhirnya tembus ke Jalan A. Yani di Desa Pugaan, Kecamatan Pugaan, Tabalong.

Akibat pengalihan arus ini, terjadi peningkatan jumlah kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang melintas di Desa Sei Durian. Namun, kondisi jembatan kayu di Desa Sei Durian yang mengalami kerusakan memaksa pengendara untuk lebih waspada. Selain itu, lebar jembatan yang terbatas mengharuskan kendaraan roda empat dari arah berlawanan bergantian melintas.

Camat Banua Lawas, H. Suwandi, pada Rabu (25/12) menyampaikan bahwa peningkatan arus kendaraan di jembatan Sei Durian sudah mulai terlihat sejak Selasa (24/12). “Arus kendaraan dari Amuntai (HSU) ke Tabalong dan sebaliknya, baik roda empat maupun roda dua, sangat padat,” ujarnya.

Anggota Satlantas Polres HSU juga telah memasang garis polisi sebagai tanda bahwa jalan utama ditutup. “Sejak kemarin, banyak truk yang diminta untuk putar balik. Tim gabungan dari Polres HSU, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP terus melakukan penjagaan selama 24 jam,” kata salah satu anggota Satlantas Polres HSU yang bertugas.

Penjagaan direncanakan berlangsung hingga 31 Desember 2024. Namun, kemungkinan besar akan diperpanjang untuk mengantisipasi peningkatan arus lalu lintas menjelang kegiatan Haul Guru Sekumpul. Biasanya, banyak masyarakat dari Kalimantan Timur yang melewati HSU untuk menuju ke lokasi haul. Oleh karena itu, pengalihan arus dan penjagaan akan terus dilakukan. (Anang Fadhilah/Yo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *