News

Lonjakan Penderita HIV/AIDS di Kalsel Semakin Mengkhawatirkan

×

Lonjakan Penderita HIV/AIDS di Kalsel Semakin Mengkhawatirkan

Sebarkan artikel ini
hiv/aids
Ilustrasi HIV/AidS (Ist)

Sementara itu, di Kota Banjarmasin, Kepala Dinas Kesehatan, Tabiun Huda, mengungkapkan penurunan signifikan dalam jumlah kasus HIV/AIDS, yakni dari 354 kasus pada 2023 menjadi 167 kasus pada 2024.

Meskipun demikian, faktor risiko utama yang masih menjadi perhatian adalah perilaku seks berisiko dan penggunaan narkoba.

Dinkes Banjarmasin juga telah menyediakan layanan Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP) di lima puskesmas dan lima rumah sakit untuk mempermudah akses perawatan bagi ODHA.

Kisah nyata seorang ODHA yang telah hidup dengan HIV sejak 2015 turut mengungkapkan pentingnya dukungan emosional.

“Awalnya saya merasa kesepian dan bingung, tapi dengan bergabung di Kelompok Dukungan Sebaya (KDS), saya mendapat banyak dukungan dan informasi tentang pengobatan,” ujar seorang ODHA yang memilih anonim.

Ia berharap kegiatan kelompok dukungan bisa lebih rutin kembali, mengingat pertemuan tersebut memberikan rasa kebersamaan yang sangat penting bagi ODHA.

Di Banjarbaru, hingga November 2024, tercatat 620 ODHA, dengan 323 di antaranya masih terpantau. Edi Sampana, Sekretaris KPA Banjarbaru, menegaskan bahwa 95 persen penularan HIV terjadi melalui hubungan seks tanpa pelindung.

“Penyebaran HIV tidak hanya terkait dengan lokasi tertentu, namun lebih kepada perilaku berisiko yang dilakukan tanpa perlindungan,” ujar Edi.

Untuk menanggulangi hal tersebut, Dinas Kesehatan Banjarbaru terus melakukan tes HIV sukarela di berbagai kelompok berisiko tinggi, termasuk pekerja seks, waria, ibu hamil, dan calon pengantin. Edi juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang cara pencegahan HIV, salah satunya dengan menggunakan kondom dalam hubungan seks yang berisiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *