KITAINDONESIASATU.COM– Upaya Kota Bogor mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan kian menunjukkan keseriusan. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melakukan pembahasan lanjutan proyek Waste to Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah dengan Energi Listrik (PSEL) bersama sejumlah pihak strategis di Kantor Danantara, Jakarta.
Dedie menyebut, pertemuan tersebut menjadi momentum penting dan bersejarah dalam upaya mempercepat langkah teknis pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern di Kota Bogor. Pertemuan ini dihadiri oleh sepuluh pemerintah daerah yang ditetapkan sebagai wilayah prioritas pembangunan PSEL oleh pemerintah pusat.
“Pertemuan bersejarah menurut saya hari ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama sepuluh wilayah yang dialokasikan membangun PSEL atau pengolahan sampah dengan energi listrik dikumpulkan di Danantara, kemudian berkoordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan juga Gubernur Jawa Barat, termasuk juga Menteri Investasi dan CEO Danantara untuk membahas langkah-langkah teknis pembangunan,” tutur Dedie Rachim, dalam keterangan tertulis, Jumat 10 Agustus 2025.
Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari kebijakan nasional untuk mempercepat penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pengolahan sampah di daerah. Melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, Dedie optimistis pembangunan fasilitas PSEL di Bogor akan segera terwujud.
“Ada sepuluh wilayah di Indonesia yang menjadi lokasi prioritas percepatan pembangunan fasilitas PSEL, termasuk di dalamnya Kota dan Kabupaten Bogor,” ujar Dedie.
Ia menegaskan, kehadiran PSEL akan menjadi titik balik dalam mengatasi permasalahan sampah di wilayah Bogor Raya. Selain mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), proyek ini juga akan menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.
“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, Bogor punya harapan baru, masalah sampah akan terselesaikan, dan dengan demikian masalah sampah itu akan kita koordinasikan dengan lintas instansi,” ungkap Dedie.
Proyek PSEL merupakan bagian dari strategi nasional pengelolaan sampah berbasis energi yang digagas pemerintah pusat untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah sekaligus memperkuat transisi menuju energi hijau. Dalam tahap awal, pemerintah menetapkan sepuluh wilayah sebagai fokus utama pembangunan fasilitas tersebut.
Wilayah tersebut meliputi DKI Jakarta (4 titik), Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Bogor Raya, Tangerang, Semarang Raya, Medan, serta wilayah Jawa Barat yang mencakup Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut.
Dengan langkah terukur dan dukungan lintas instansi, Pemerintah Kota Bogor berharap pembangunan PSEL dapat segera direalisasikan, sehingga persoalan sampah bukan lagi menjadi beban, melainkan sumber daya baru bagi masa depan energi dan lingkungan yang berkelanjutan. (Nicko)

