KITAINDONESIASATU.COM – Ribuan pengunjuk rasa yang terpecah antara pendukung dan penentang Presiden Korea Selatan yang ditangguhkan, Yoon Suk Yeol, turun ke jalan di Seoul sehari setelah upaya gagal untuk menangkapnya.
Yoon, yang saat ini bersembunyi di kediaman presiden dengan perlindungan ratusan petugas keamanan setia, tetap menentang upaya jaksa untuk menangkapnya atas tuduhan pemberontakan.
Tuduhan ini, –yang tidak dilindungi oleh kekebalan presiden– membuka kemungkinan hukuman berat, termasuk penjara atau bahkan hukuman mati.
Demonstrasi berlangsung pada hari Sabtu, 4 Januari 2025.
Di antara pendukungnya, Kim Chul-hong, seorang pria berusia 60 tahun, memperingatkan bahwa penangkapan Yoon dapat merusak hubungan keamanan Korea Selatan dengan AS dan Jepang.
Di sisi lain, anggota Konfederasi Serikat Buruh Korea, –kelompok serikat pekerja terbesar di negara itu– mencoba berbaris menuju kediaman Yoon untuk memprotes, tetapi dihalangi oleh polisi, yang menangkap dua pengunjuk rasa dan melukai beberapa lainnya dalam bentrokan.
Sebelumnya, pada Jumat, penyelidik gagal menangkap Yoon setelah menghadapi perlindungan ketat dari pengawal dan personel militer di kediamannya.
Pertikaian ini, yang berlangsung tanpa kekerasan senjata, membuat surat perintah penangkapan tidak dapat dilaksanakan sebelum berakhir pada Senin.
Jika surat perintah tersebut kedaluwarsa, penyidik dapat mengajukan permohonan ulang atau menunggu Mahkamah Konstitusi memutuskan mosi pemakzulan, yang dijadwalkan dimulai pada 14 Januari.
Sementara itu, menteri keuangan yang menjabat sebagai presiden sementara, Choi Sang-mok, menghadapi tekanan untuk memerintahkan dinas keamanan presiden bekerja sama dengan penyelidik. Namun, dinas tersebut menolak permintaan interogasi polisi, dengan alasan pentingnya melindungi Yoon.
Pengacara Yoon mengecam upaya penangkapan tersebut sebagai tindakan ilegal dan berencana mengambil langkah hukum.
Di sisi lain, para analis menilai bahwa penangkapan Yoon kemungkinan baru dapat dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi mencabut gelar presidennya.
Yoon sendiri menyatakan akan terus memperjuangkan kelangsungan politiknya hingga akhir.- ***
Sumber: The Guardian


