Situasi ini membuat ratusan penerbangan di kawasan GCC dan Timur Tengah tidak dapat beroperasi meski belum seluruhnya diumumkan sebagai pembatalan resmi.
Data Cirium juga menunjukkan bahwa pada Sabtu (28 Februari), lebih dari 1.800 penerbangan masuk dan keluar di 11 negara Teluk dan Timur Tengah telah dibatalkan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 966 penerbangan dibatalkan langsung akibat eskalasi konflik militer.
Maskapai Global Ikut Terdampak
Sejumlah maskapai besar telah mengumumkan pembatalan penerbangan di kawasan GCC dan Timur Tengah, termasuk Emirates, flydubai, Etihad Airways, Qatar Airways, British Airways, Turkish Airlines, United Airlines, hingga EgyptAir.
Maskapai regional seperti Kuwait Airways, Oman Air, dan Royal Jordanian juga terdampak signifikan. Sebagian maskapai masih menunggu perkembangan situasi keamanan sebelum memperbarui jadwal resmi mereka.



