KITAINDONESIASATU.COM – Kota Surabaya tengah berupaya keras mengatasi permasalahan kemacetan yang semakin parah.
Sebagai solusi inovatif, Pemerintah Kota Surabaya berencana meluncurkan layanan transportasi air atau taksi air pada tahun 2025.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyebut sungai Kalimas akan menjadi tulang punggung dari sistem transportasi air ini.
“Sebagai kota maritim, kita harus memanfaatkan potensi sungai untuk mengurangi kemacetan,” ujar Wali Kota Eri pekan lalu, 24 Agustus 2024.
Bahkan rencana Eri Cahyadi ini telah mendapat dukungan penuh dari Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya, untuk mencari alternatif mengatasi kemacetan melalui transportasi air.
Dikatakan, jalur awal yang akan dilayani oleh taksi air adalah dari kawasan Gunungsari hingga Petekan, dengan membangun pusat transit di Gunungsari untuk memudahkan akses penumpang.
Selain itu, akan disediakan feeder atau transportasi penghubung untuk menghubungkan taksi air dengan moda transportasi lainnya.
Untuk mewujudkan layanan taksi air yang berkualitas, Pemkot Surabaya akan bekerja sama dengan berbagai perusahaan kapal di Kota Surabaya.
Wali Kota Eri optimis bahwa taksi air akan beroperasi dengan tepat waktu karena tidak terkendala oleh kemacetan jalan, yang menjadi alternatif transportasi potensial.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa sungai Kalimas memiliki sejarah panjang sebagai jalur transportasi utama di Surabaya, namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Sungai Kalimas tidak hanya penting untuk transportasi, tetapi juga sebagai pusat kegiatan ekonomi dan sumber air bersih,” ujar Irvan.
Dari laman Kominfo menyebut bahwa pengembangan transportasi air di Surabaya telah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya.
Selain sungai Kalimas, beberapa sungai lain seperti Jagir, Greges, dan Branjangan juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai jalur transportasi.
Dalam mengembangkan transportasi air, Pemkot Surabaya akan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti:
- Karakteristik sungai – Kedalaman, lebar, dan arus sungai akan menentukan jenis kapal yang dapat digunakan.
- Demand – Potensi penumpang di sepanjang rute akan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan frekuensi dan kapasitas kapal.
- Infrastruktur – Dermaga, pintu air, dan fasilitas pendukung lainnya perlu dibangun dan dipelihara dengan baik.
- Integrasi dengan moda transportasi lain – Taksi air harus terintegrasi dengan bus, kereta api, dan moda transportasi lainnya untuk memudahkan mobilitas penumpang.
Pada tahap awal, Pemkot Surabaya akan fokus pada pengembangan transportasi wisata di sepanjang sungai Kalimas.
Jalur yang akan diprioritaskan adalah dari Pasar Pabean hingga Pasar Keputran dan Pasar Wonokromo. (*)


