Kesulitan yang dihadapi Siti sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Suaminya sudah tidak bekerja, sehingga seluruh kebutuhan hidup keluarga hanya ditanggung olehnya seorang diri.
Beban semakin berat ketika suaminya meninggal dunia pada November tahun lalu akibat sakit stroke.
Akibat kondisi ekonomi yang menekan, salah satu anaknya bahkan terpaksa berhenti bersekolah selama dua tahun, padahal seharusnya saat ini ia sudah duduk di bangku kelas tiga.
Ditinjau Bupati Kudus
Kisah hidup Siti yang pahit ini akhirnya terdengar hingga ke telinga Pemerintah Kabupaten Kudus.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama Wakil Bupati Bellinda Birton bahkan turun langsung meninjau kediaman Siti untuk melihat kondisi nyata yang dihadapi warganya tersebut.
Dalam kunjungan itu, pemerintah daerah segera memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras dan sembako, serta perlengkapan tidur berupa kasur dan selimut agar ia bisa beristirahat dengan lebih layak.
Selain bantuan fisik, Pemkab Kudus juga memastikan masa depan pendidikan anak Siti dengan menjamin agar anak tersebut dapat kembali melanjutkan sekolah melalui skema bantuan yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi keluarga saat ini.
