KITAINDONESIASATU.COM – Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Muay Thai Kabupaten Bekasi, Stefano Rumagit, akhirnya menjelaskan polemik tidak cairnya bonus sebesar Rp 100 juta bagi atlet Muay Thai peraih medali emas PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, Adisty Gracelia Lolaroh.
Menurut Stefano, Adisty awalnya memang sudah dimasukkan dalam daftar penerima bonus oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bekasi. Keputusan itu bahkan merujuk pada Surat Keputusan (SK) Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin.
Setelahnya, Dispora mengonfirmasi status Adisty ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi, yang membenarkan bahwa Adisty memang merupakan atlet Muay Thai Kabupaten Bekasi.
“Ya, otomatis Pemerintah Kabupaten Bekasi mengonfirmasi ke KONI, dan KONI juga mengonfirmasi bahwa Adisty adalah atlet kita,” ujar Stefano kepada wartawan dikutip Rabu (26/2/2025).
Namun, meski nama Adisty masuk dalam daftar calon penerima, Pengcab Muay Thai Kabupaten Bekasi justru merekomendasikan agar bonus tidak dicairkan. Keputusan itu diambil karena Adisty dianggap tidak lagi loyal terhadap Kabupaten Bekasi.
Ia dianggap bersikap indisipliner dengan tidak mengikuti program latihan yang telah disusun tim kepelatihan.
Stefano menegaskan, jika bonus tetap diberikan, maka hal itu akan menjadi beban moral bagi pengurus terhadap Pemerintah Kabupaten Bekasi. Pasalnya, Adisty dipastikan tidak akan lagi membela Kabupaten Bekasi setelah menerima bonus.
“Saya sebagai Ketua Pengcab merasa punya tanggung jawab moral terhadap uang rakyat Bekasi yang telah diberikan kepada Adisty, karena dia sudah pasti tidak lagi membela Kabupaten Bekasi,” ucap dia.
Lebih lanjut, Stefano menjelaskan pencairan bonus atlet dilakukan dengan mekanisme konfirmasi dari Dispora ke KONI.
Setelah nama atlet dikonfirmasi, Dispora langsung mengirimkan dana ke rekening pribadi atlet, tanpa melalui Pengcab Muay Thai atau KONI Kabupaten Bekasi.
Dengan demikian, keputusan pembatalan pencairan bonus Adisty murni berdasarkan rekomendasi Pengcab setelah menilai loyalitas atlet yang bersangkutan. “Karena uangnya dari Dispora langsung ke rekening masing-masing atlet,” kata dia.

