News

Kehadiran Lion Air Perkuat Armada Haji, Kurangi Risiko Delay

×

Kehadiran Lion Air Perkuat Armada Haji, Kurangi Risiko Delay

Sebarkan artikel ini
FotoJet 33
Jemaah haji Indonesia

KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi VIII DPR RI, Mahdalena, menyambut positif keterlibatan maskapai Lion Air sebagai salah satu operator penerbangan jemaah haji Indonesia tahun ini.

Ia meyakini kehadiran Lion Air, selain Garuda Indonesia dan Saudi Airlines, akan mengurangi potensi keterlambatan (delay) baik saat keberangkatan maupun kepulangan, sehingga meningkatkan kenyamanan jamaah.

“Kehadiran Lion Air akan menambah kapasitas armada penerbangan untuk jamaah haji Indonesia. Kami berharap ini dapat mengurangi risiko keterlambatan jadwal penerbangan menuju dan dari tanah suci, sehingga jamaah dapat lebih nyaman,” ujar Mahdalena, dikutip dari Parlementaria pada Minggu (5/1/2025).

Mahdalena menyoroti masalah delay yang sering terjadi setiap musim haji, mengganggu jadwal keberangkatan maupun kepulangan jamaah.

Kondisi ini, menurutnya, sangat memberatkan, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia).
Dengan tambahan armada dari Lion Air, ia berharap persoalan tersebut dapat ditekan secara signifikan.

Ia juga optimis bahwa Lion Air mampu memberikan pelayanan berkualitas bagi jemaah dan petugas haji, mengingat pengalaman maskapai ini dalam melayani penerbangan haji dari berbagai negara Asia, Eropa, dan Afrika.

Lion Air juga sudah berpengalaman melayani penerbangan umrah masyarakat Indonesia sejak 2009.

Namun, Mahdalena mengingatkan agar Lion Air menawarkan harga yang kompetitif.

“Jika harga yang ditawarkan lebih mahal dibandingkan Garuda atau Saudi Airlines, tentu maskapai ini tidak akan dipilih lagi,” tegasnya.

Mahdalena juga meminta seluruh maskapai yang terlibat dalam pelaksanaan ibadah haji untuk menyampaikan data pembiayaan secara rinci.

Data ini, menurutnya, penting untuk menentukan besaran biaya haji, termasuk apakah ada potensi penurunan.

“Jangan sampai ada kesan seperti main kucing-kucingan dengan Kementerian Agama. Kami membutuhkan data tersebut untuk memastikan transparansi dan keadilan biaya,” pungkasnya.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *