KITAINDONESIASATU.COM – Dua kecelakaan mengerikan terjadi di wilayah Kota Surabaya yang menyebabkan seorang emak-emak tewas dan seorang pemuda berusia 24 tahun mengalami luka berat, Senin (16/6/2025).
Dua peristiwa kecelakaan terjadi pada Senin, 16 Juni 2025 di Jalan Simo Pomahan Baru menewaskan seorang emak-emak berinisial WS (54) warga Graha Kecana Pakal Surabaya.
Sementara kecelakaan kedua terjadi pada Rabu (11/6/2025) merupakan tabrak lari di kawasan Bundaran Waru ruas Jalan A Yani Surabaya dini hari seorang pemuda berinisial Kg (24) luka parah hingga dilarikan ke ICU RS Ubaya.
Kecelakaan yang terjadi pada Senin, 16 Juni 2025 terjadi di ruas Jalan Bakung Pringgondan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo saat kedua nya meluncur dalam perjalanan di ruas Jalan Banyu Urip.
Di tengah perjalan korban diduga terlindas truk trailer L 8817 UUA yang dikemudikan warga Jl Bakung Pringgodan, Balongbendo Sidoarjo.
Masih belum diketahui penyebab kronologi penyebab kecelakaan itu, ketika tiba di lokasi kecelakaan petugas sudah menemukan korband alam kondisi tergeletak di belakang truk trailer yang berhenti.
Sementara petugas mengetahui peristiwa kecelakaan itu setelah mendapatkan laporan dari warga jika telah terjadi kecelakaan seorang pengendara terlindas trailer di dekat tol Banyu Urip.
Setelah dilakukan penanganan korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dr Sutomo Surabaya menggunakan mobil ambulan Dinas Sosial Surabaya.
Sementara kecelakaan kedua merupakan kecelakaan tabrak lari terjadi di ruas Jalan A Yani sekitar Bundaran Waru, korban diketahui berinisial KG mengalami luka memar disekujur tubuhnya serta pendarahan otak.
Korban ini mendapatkan perawatan di ICU RS Ubaya dan menjalani operasi besar membuka tempurung kepala akibat luka parah yang diderita.
Menurut penuturan kerabat korban kepada Suara Surabaya, Irene menjelaskan peristiwa terjadi pada dini hari pukul 00:14 WIB, Rabu (11/6/2025).
Irene mendapat informasi dari ponsel pada tengah malam pukul 2:00 WIB agar ke rumah sakit ternyata yang mengalami kecelakaan adalah adik sepupunya.
Dalam keterangannya dari pihak kepolisian korban diduga akibat tabrak lari, karena di temukan sudah dalam kondisi tidak dasarkan diri oleh petugas polisi.
Akibat kecelakaan itu korban mengalami pendarahan di otak bagian kanan dan kiri kepala bagian depan juga mengalami pendarahan.
Selain itu korban juga mengalami luka lebam di sekijur tubuhnya terdapat sekitar 50 titik luka lebam, menurut dokter luka lebab menyebar ke seluruh tubuh.
Setelah menjalani perawatan korban sudah mulai siuman pada Kamis (12/6/2025) kamarin, namun korban kerap mengalami berontak hingga masih perlu tambahan bius. **


