KITAINDONESIASATU.COM – Dua kecelakaan mengerikan terjadi di wilayah Kabupaten Magetan dan di Gresik, Jawa Timur gegara mengandalkan rute dengan menggunakan Google Maps pekan kemarin.
Jika sebelumnya kecelakaan dialami mobil BMW hitam P 805 INI terjun bebas dari atas Jalan Tol Krian – Gresik Sabtu, 5 April 2025 malam terbaru kecelakaan dialami truk bermuatan bata ringan (hebel) di Jalan Raya Parang-Sampung Kamis, 10 April 2025.
Dalam peristiwa ini menewaskan dua orang terdiri dari pengemudi truk dan kerjet meninggal setelah dirawat di rumah sakit, setelah terjepit terlalu lama di kabin depan truk yang ringsek.
Kecelakaan pertama terjadi pada Sabtu (5/4/2025) malam pukul 21:53 WIB malam hari di Jalan Raya Gresik-Babat melibatkan mobil BMW terjun bebas di ruas jalan tol yang belum selesai di bangun.
Mobil BMW warna hitam dikemudikan Moch Rudie Heru Kumandono (62) warga Sememi, Benowo Surabaya dan Endang Sri Wahyuni (47) warga Babatan, Wiyung Surabaya.
Kecelakaan diduga terjadi akibat pengemudi mengikuti arahan dari aplikasi Google Maps, namun sang pengemudi nekat menerobos barrier dan rambu-rambu jalan yang dipasang, karena belum boleh dilalui kendaraan umum.
Fakta dilapangan barrier sudah terpasang, namun ada celah 1,6 meter yang sebenarnya hanya untuk petugas proyek tol.
Namun malam itu pengemudi BMW nekat menerobos dan tancap gas di ruas jalan tol baru yang terputus itu, hingga akhirnya mobil terperosok dan terjatuh ke bawah jalan.
Beruntung pengendara tidak mengalami luka serius sehingga kondisi pengendara mobil selamat dan dalam perawatan medis.
Peristiwa ini mendapatkan keprihatinan dari Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin seharusnya peristiwa itu tidak terjadi, karena sudah jelas ada penanda jika bukan jalan umum.
Pengemudi harusnya bertanggungjawab jika ada barrier seharusnya tidak menerobos, apalagi kondoisi jalan juga belum dilengkapi rambu-rambu pemanin, ini murni karena kelalaian pengemudi.
Sementara kecelakaan kedua akibat mengikuti arahan Google Maps terjadi di Jalan Raya Parang-Sampung, Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.
Peristiwa kecelakaan itu terjadi pada Kamis (10/4/2025) pukul 10:00 WIB melibatkan truk bermuatan bata ringan atau hebel menabrak gapura pembatas desa hingga menyebabkan pengemudi dan sopir truk tewas.
Truk bernopol S 8693 UC itu melaju dari Bojonegoro untuk mengantar bata ringan ke Sampung, Ponorogo diduga mengalami rem blong karena kontur jalan naik turun.
Di sisi lain pengemudi juga belum menguasai medan hingga rem tak berfungsi hingga akhirnya mengelami kecelakaan di tengah perjalanan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Magetan Iptu Sulanjar dalam perjalanan korban yang tidak menguasai medan itu menggunakan aplikasi Google Maps untuk perjalanan mereka.
Satu-satunya jalan yang cepat dan pintas diarahkan melalui rute Magetan – Parang – Sampung, namun dengan risiko jalan yang berkelok-kelok dan naik turun.
Menurut informasi warga truk terlihat melaju kencang dari arah atas hingga berakhir di bawah hingga terdengar suara keras sebelum truk menabrak gapura pembatas desa.
Sebelum truk melaju tak terkendali ban truk sempat meletus satu, hingga meluncur ke atas dengan kencang kemudian menabrak gapura pembatas desa baru truk berhenti.
Kerasnya benturan truk ke gapura menyebabkan dua orang pengemudi dan kernet truk meninggal dunia, karena terjepit kabin truk cukup lama.
Korban diketahui sopir truk bernama Abdul Manaf (52), warga Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, serta kernetnya, Ahmad Dahlan (34), warga Desa Ngadiluweh, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.
Terkait peristiwa itu Kanit Gakkum Satlantas Polres Magetan, Iptu Sulanjar mengingatkan kepada pengendara dengan muatan berat agar berhati-hati melintas di ruas jalan sekitar Magetan, karena kontur jalan yang naik turun.
Perlu mempertimbangkan kondisi kendaraan dan muatan harus seimbang saat melintasi jalanan yang naik turun jika beban tidak memadai dengan kondisi kendaraan tidak sehat bisa berakibat fatal seperti ini. **

