News

Fakta Kecelakaan Maut Kereta Jenggala Tabrak Truk di Gresik, Asisten Masinis Tewas

×

Fakta Kecelakaan Maut Kereta Jenggala Tabrak Truk di Gresik, Asisten Masinis Tewas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Kecelakaan Maut Kereta Api Jenggala (Pixabay/agus santoso)
Ilustrasi Kecelakaan Maut Kereta Api Jenggala (Pixabay/agus santoso)

KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah kecelakaan maut terjadi pada Selasa malam, 8 April 2025, di perlintasan kereta api JPL 11 KM 7+600, Kelurahan Tenggulunan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Insiden kecelakaan maut ini melibatkan Kereta Api Jenggala yang menabrak sebuah truk trailer bermuatan kayu dan menewaskan satu orang asisten masinis.

Peristiwa kecelakaan maut terjadi ketika truk trailer Nissan dengan nomor polisi W 8708 US yang dikemudikan oleh seorang pria asal Lamongan, melintas di perlintasan yang tidak memiliki penjagaan resmi.

Pada waktu bersamaan, Kereta Api Jenggala yang sedang melaju dari arah Stasiun Indro menuju Stasiun Pasar Turi tak mampu menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang kanan truk.

Baca Juga  China Sindir AS: Blokir Mahasiswa Harvard Merusak Citra Sendiri

Benturan keras menyebabkan kabin depan kereta mengalami kerusakan cukup parah.

Korban Kecelakaan Maut Kereta Api vs Truk

Asisten masinis yang berada di dalam kabin, Abdillah Ramdan, mengalami luka serius dan sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Semen Gresik.

Namun, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelah kejadian.

Sementara itu, masinis kereta, Purwo Pranoto, juga mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama.

Kejadian ini sontak mengundang perhatian publik, terlebih karena perlintasan tersebut diketahui tidak dijaga, sehingga rawan menimbulkan kecelakaan.

Baca Juga  Tidak Banyak yang Tahu Menyalip Dari Kiri Melanggar Lalu Lintas, Pria Banyuwangi ini Tewas di Gresik

Evakuasi kereta dan truk dilakukan segera setelah kejadian. Petugas gabungan bersama warga sekitar terlihat berusaha membersihkan jalur rel agar perjalanan kereta lain tidak terganggu.

Bagian truk yang terseret sempat menutup sebagian jalur, namun akhirnya berhasil dipindahkan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab utama kecelakaan.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa sopir truk tidak menyadari adanya kereta yang melaju karena tidak mendengar klakson peringatan, sehingga terjadilah insiden kecelakaan maut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *