“Kami menyiagakan personel dan berkoordinasi intensif dengan BPBD, Perhutani, serta relawan. Situasi di lapangan cukup menantang karena lokasi kebakaran berada pada ketinggian kurang lebih 2.700 MDPL dengan medan jurang yang sangat terjal dan curam,” terang Didik.
Medan Terjal dan Sulit Air Hambat Pemadaman
Proses penanganan karhutla Gunung Sumbing menghadapi sejumlah kendala.
Selain berada di ketinggian sekitar 2.700 meter di atas permukaan laut (mdpl), lokasi kebakaran memiliki medan curam dan jurang yang menyulitkan petugas menjangkau titik api.
Keterbatasan sumber air di sekitar lokasi turut menjadi hambatan. Kondisi semakin menantang karena arah angin dilaporkan berubah-ubah secara ekstrem sehingga pergerakan api sulit diprediksi.
Vegetasi di area terdampak juga didominasi tanaman yang mudah terbakar, seperti ilalang, vegetasi perintis, remujang, dan pakis.
Kondisi tersebut berpotensi membantu api menjalar apabila cuaca dan arah angin mendukung.





