Dengan demikian, terjadi tambahan 314 kasus. Jika dibandingkan dengan jumlah sepanjang 2025, peningkatannya mencapai sekitar 1.495,24 persen.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong melonjaknya total kejadian kebakaran di Garut pada 2026.
Kasus kebakaran lahan paling banyak tercatat pada Agustus dengan 122 kejadian. September menyusul dengan 107 kejadian, sedangkan Juli mencapai 81 kejadian.
Tingginya kasus pada tiga bulan tersebut menunjukkan adanya periode dengan risiko kebakaran lahan yang jauh lebih besar. Jumlahnya juga masih berpotensi bertambah karena data 2026 baru dihitung sampai 4 Oktober.
Luas Lahan Terbakar Capai 123,6 Hektare
Tidak hanya jumlah kejadian, luas wilayah yang terdampak kebakaran juga mengalami peningkatan.
Secara keseluruhan, area yang terbakar sepanjang 2026 hingga periode pencatatan mencapai sekitar 123,6 hektare.



