News

Kasus Mayat Mengering di Depok: Sakit Hati dan Ekonomi Jadi Motif Pembunuhan

×

Kasus Mayat Mengering di Depok: Sakit Hati dan Ekonomi Jadi Motif Pembunuhan

Sebarkan artikel ini
5f251724365b2
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus penemuan jasad perempuan yang menggegerkan warga Depok akhirnya mulai terkuak. Polda Metro Jaya mengungkap motif di balik pembunuhan tragis tersebut, setelah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di rumahnya pada Sabtu (7/3).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menjelaskan bahwa terduga pelaku berinisial ARH (44), yang diketahui merupakan suami siri korban.

“Motif sementara pembunuhan diduga berkaitan dengan persoalan ekonomi,” ungkap Budi dalam keterangannya, Senin (9/3).

Baca Juga  Paramadina Ingatkan Bangsa di Ambang Krisis: Reformasi Moral dan Ekonomi Jadi Harga Mati!

Menurut polisi, pelaku diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap dan sempat merasa sakit hati setelah diusir dari rumah oleh korban. Perasaan tersebut diduga memicu aksi nekat yang berujung pada pembunuhan.

Setelah melakukan penyelidikan intensif, tim Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya berhasil menangkap tersangka pada Minggu (8/3) sekitar pukul 15.30 WIB di kawasan Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Saat ini pelaku sudah diamankan dan kasusnya masih dalam proses penyidikan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” kata Budi.

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan beredarnya kabar di media sosial Instagram tentang penemuan jasad seorang perempuan berinisial DH (56). Korban ditemukan dalam kondisi tubuh mengering di dalam rumahnya di kawasan Meruyung, Depok.

Baca Juga  Cuaca Jakarta 29 Juli 2025, Cerah di Pagi Hari, Berawan pada Malam Hari

Yang membuat kasus ini semakin mengerikan, jasad korban ditemukan tertutup tumpukan pakaian dan papan setrika. Di atas tubuh korban juga terdapat taburan bubuk kopi yang diduga sengaja disebarkan untuk menyamarkan bau menyengat dari jasad yang telah lama membusuk.

Penemuan itu bermula saat anak korban berinisial LL datang ke rumah untuk membersihkan tempat tinggal ibunya. Warga sekitar mengungkapkan bahwa korban terakhir kali terlihat pada September 2025.

LL sebenarnya sempat datang pada Februari lalu, namun tidak menaruh kecurigaan karena mengira ibunya sedang bepergian ke luar kota. Saat itu ia juga tidak mencium bau mencurigakan dari dalam rumah.

Baca Juga  Cek Lokasi SIM Keliling Cilegon Hari Ini

Kini pihak Polsek Cinere masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut, terutama terkait hilangnya ponsel dan sepeda motor milik korban. Polisi juga sempat mendalami keberadaan suami siri korban yang sebelumnya dilaporkan terlibat perselisihan dengan korban sebelum akhirnya ditangkap. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *