KITAINDONESIASATU.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menanggapi usulan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul maraknya kasus keracunan yang dialami para siswa.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan pihaknya akan memperbaiki seluruh proses penyelenggaraan MBG, mulai dari pembuatan makanan hingga tahap distribusi.
Menurut Ikrar, BPOM sebagai pembantu Presiden berkomitmen mendukung penuh keberlangsungan program tersebut.
“Ada hal-hal yang terjadi (keracunan), yang belum sesuai yang kita harapkan, ya kami akan perbaiki, memperbaiki diri,” ujarnya, dikutip Kilat.com dari detikcom.
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap keamanan, mutu, dan manfaat pangan, BPOM memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan.
Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pemerintah menghentikan sementara program MBG akibat ratusan siswa di berbagai daerah menjadi korban keracunan. Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pelaksana program diminta segera melakukan evaluasi agar insiden serupa tidak terulang. (*)

