News

Kasihan Emak-emak Lansia Tuli Hanyut, Tak Menyadari Datangnya Banjir Bandang Sungai Suruh Trenggalek saat Buang Hajat

×

Kasihan Emak-emak Lansia Tuli Hanyut, Tak Menyadari Datangnya Banjir Bandang Sungai Suruh Trenggalek saat Buang Hajat

Sebarkan artikel ini
jenazah emak tuli
Petugas, warga dan relawan mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan meninggal. foto: dokumen polsek suruh

KITAINDONESIASATU.COM – Pelajaran bagi kita semua jika kita sedang melakukan aktivitas di sungai harus bisa membaca situasi, pada saat musim penghujan seperti saat ini.

Seperti dialami seorang emak-emak lansia bernama Sunarsih (69) diduga menjadi korban air bah yang sedang datang di Sungai Suruh Dusun Krajan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Selasa (7/1/2024).

Saat itu Sunarsih dikabarkan hilang oleh keluarganya pada pukul 13:15 WIB, namun akhirnya korban ditemukan setelah beberapa jam kemudian sudah bera di dalam sungai dalam kondisi tidak bernyawa.

Menurut informasi dari Kapolsek Suruh, AKP Sanusi mengungkapkan sekitar pukul 12:45 WIB korban berpamitan hendak buang air besar ke pinggir Sungai Suruh.

Saat itu diwilayah Suruh terjai hujan lebat, tanpa disadari korban berada di sungai untuk membuang air besar, tiba-tiba terseret air bah yang datang meluap secara tiba-tiba.

Korban pun yang sudah berusia lanjut juga tidak memiliki reflek yang bagus untuk segera menyelamatkan diri akhir terbawa arus sungai yang membludak tiba-tiba itu.

Korban pun akhirnya terseret arus sungai, diperparah lagi ternyata korban mengalami gangguan pendengaran sehingga ketika air bah datang ia tidak mendengar sama sekali.

Banjir Bandang Ponorogo Memutus Ruas Jalan Provinsi Ponorogo – Trenggalek

Sekitar pukul 13:00 WIB adik korban, Darwati berusaha mencari keberadaan sang kakak di pinggir sungai, namun tidak menemukan.

Melihat arus sungai yang deras dan tidak menemukan sang kakak, Darwati kemudian minta pertolongan kepada tetangga sekitar hingga akhir dilaporkan ke Polsek Suruhh.

Setelah berkoordinasi dengan instansi terakit dan masyarakat akhir melakukan pencarian korban, hingga akhirnya berhasil ditemukan.

Korban sudah hanyut terbawa arus sungai, namun akhirnya jazat korban berhasil ditarik kedaratan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan visum luar oleh petugas dokter Puskesmas.

Pihak keluarga menerima hasil pemeriksaan itu, jika korban meninggal lantara karena musibah dan tidak menuntut kepada pihak manapun. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *