Sebagian slogan juga berisi kecaman terhadap United States dan Israel, terutama terkait konflik yang terjadi selama perang 12 hari pada Juni 2025, kerusuhan Desember 2025, serta konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari.
Para peserta aksi menyatakan bahwa rakyat Iran tidak akan menyerah terhadap tekanan eksternal dan menegaskan bahwa negara tersebut akan tetap bertahan menghadapi berbagai tantangan.
Penunjukan Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru dilakukan oleh Assembly of Experts pada dini hari 9 Maret.
Penunjukan ini dilakukan setelah wafatnya Ayatollah Seyed Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama 37 tahun sejak menggantikan Ruhollah Khomeini pada 1989.
Dengan keputusan tersebut, Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin ketiga Revolusi Islam sejak berdirinya Republik Islam Iran.***



