News

Jembatan Penghubung Sirnarasa–Bantar Kuning Ambruk, Bailey Mulai Dipasang

×

Jembatan Penghubung Sirnarasa–Bantar Kuning Ambruk, Bailey Mulai Dipasang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260515 153334
Material rangka besi Jembatan Bailey tiba di lokasi ambruknya Jembatan Cigoha untuk mempercepat pemulihan akses warga di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Akses utama warga Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, yang terputus akibat ambruknya Jembatan Cigoha mulai ditangani Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Pemkab Bogor bergerak cepat dengan memasang Jembatan Bailey sebagai solusi sementara agar mobilitas masyarakat kembali normal.

Kerangka besi untuk pembangunan Jembatan Bailey telah tiba di lokasi. Mobilisasi material dilakukan secara bertahap guna memastikan proses pemasangan dapat segera dimulai dan akses masyarakat kembali normal.

Diketahui, Jembatan Cigoha di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, ambruk setelah diterjang derasnya arus air pada Kamis, 16 April 2026, lalu. Jembatan penghubung ruas Jalan Sirnarasa–Bantar Kuning itu roboh dan membuat akses utama warga terputus total.

Pemkab Bogor bergerak cepat memastikan percepatan penanganan infrastruktur menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya pada titik-titik yang terdampak dan mengganggu aktivitas warga.

Perwakilan Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU Kabupaten Bogor, Endang menjelaskan, jembatan Bailey yang disiapkan memiliki panjang sekitar 27 meter. Menurutnya, seluruh komponen utama jembatan telah tiba di lokasi sejak tadi malam dan saat ini petugas tengah melakukan penurunan material untuk persiapan pemasangan.

“Rangka utama jembatan Bailey sudah tiba di lokasi. Saat ini sudah selesai proses penurunan material dan segera dipasang,” ujar Endang, dalam keterangan tertulis, Jumat 15 Mei 2026.

Pemkab Bogor berharap proses pemasangan dapat berjalan lancar sehingga akses penghubung masyarakat Desa Antajaya dan wilayah sekitarnya segera kembali berfungsi secara optimal. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *