Selain itu, Kakorlantas Polri menekankan pentingnya membangun budaya tertib berlalu lintas sebagai bagian dari karakter masyarakat modern.
Transformasi digital melalui penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) terus dikembangkan untuk menciptakan penegakan hukum yang lebih transparan dan edukatif.
Menurutnya, pendekatan humanis menjadi wajah baru kepolisian lalu lintas dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap aturan berkendara.
“Polantas sekarang hadir lebih ramah dan mengedepankan edukasi agar masyarakat patuh terhadap aturan lalu lintas secara sukarela,” ujarnya.
Melalui kegiatan bersama komunitas otomotif Bali, Polri juga memberikan edukasi kepada para pengendara kendaraan roda dua dan roda empat menjelang arus mudik Lebaran.
Ia berharap Bali dapat menjadi contoh kota dengan tingkat ketertiban lalu lintas yang baik sekaligus destinasi wisata yang aman bagi masyarakat dan wisatawan.


