News

Janji Pengendalian Lingkungan Dipertanyakan, Proyek Gene Bank Timbulkan Risiko di Jalan

×

Janji Pengendalian Lingkungan Dipertanyakan, Proyek Gene Bank Timbulkan Risiko di Jalan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260226 WA0042
Material tanah dari kendaraan proyek Gene Bank Indonesia tercecer di badan Jalan dr. Sumeru, Kota Bogor, memicu keluhan warga soal keselamatan lalu lintas. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM Pembangunan Gedung Gene Bank Indonesia yang merupakan proyek strategis nasional milik Kementerian Kesehatan RI kembali menuai sorotan. Meski berulang kali disampaikan komitmen pengendalian dampak lingkungan, kondisi Jalan dr. Sumeru, Kota Bogor, hingga kini masih dipenuhi ceceran tanah dan debu sisa aktivitas kendaraan proyek.

Pantauan di lapangan menunjukkan, jalur tersebut masih terdampak langsung aktivitas pembangunan. Kerusakan pada jalur keluar-masuk proyek menyebabkan tanah dan material proyek terbawa hingga ke badan jalan. Kondisi ini dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor saat hujan atau ketika permukaan jalan menjadi licin.

Keluhan pengguna jalan terus bermunculan. Mereka menilai pengawasan kebersihan kendaraan proyek belum berjalan optimal, sehingga risiko kecelakaan lalu lintas meningkat di kawasan tersebut.

Baca Juga  Kehilangan Kendali! Pengendara Motor Tewas Mengenaskan Usai Terjatuh di Gresik

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan akan memberikan peringatan kepada pihak pelaksana pembangunan agar lebih serius memperhatikan dampak lingkungan dan keselamatan pengguna jalan.

“Kami akan peringatkan lah. Ini kan Proyek Strategis Nasional, proyeknya pemerintah pusat, Kementerian Kesehatan RI. Tentu kami monitor. Mudah-mudahan pemborongnya terutama, tolong perhatikan kebersihan, terutama kendaraan-kendaraan yang masih berlumuran tanah, jangan turun ke jalan,” ujar Dedie kepada wartawan, Kamis 26 Febuari 2026.

Dedie menekankan bahwa persoalan ceceran tanah bukan semata isu kebersihan, melainkan menyangkut keselamatan masyarakat.

“Kenapa harus diperhatikan dampak lingkungan terutama ceceran tanah, karena nanti masyarakat dirugikan. Jalanan licin, kemudian nanti bisa terjadi kecelakaan,” tambahnya.

Baca Juga  UMKM Bogor Ini Raup Peluang dari Tren Kirim Karangan Bunga di Era Digital

Ia memastikan akan kembali menegur kontraktor pembangunan Gene Bank Indonesia agar pengendalian dampak lingkungan dijalankan secara konsisten.

“Ini saya ingatkan kembali agar para pelaksana proyek Gene Bank yang ada di Rumah Sakit Marzuki Mahdi memperhatikan dari sisi kebersihan. Nanti saya cek lagi,” tegas Dedie.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Biomedis dan Genomika Kemenkes RI, Indri Rooslamiati, menjelaskan bahwa pembangunan Gene Bank Indonesia merupakan program nasional yang berdiri di atas lahan seluas 25 hektare.

“Jadi nanti akan ada tujuh lantai di mana di dalamnya itu akan ada untuk repositori untuk spesimen dan juga beberapa laboratorium khususnya untuk genomik begitu,” kata Indri.

Menanggapi keluhan masyarakat dan pernyataan Wali Kota Bogor, Indri menyatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah pengendalian dampak lingkungan.

Baca Juga  Penggalangan Dana Kamala Harris Melejit, Tembus $540 Juta dalam Sepekan

“Selain ada washing bay, setiap malam kami melakukan pembersihan bekerja sama dengan Damkar Kota Bogor untuk membersihkan jalanan. Kami juga memberlakukan jam kerja mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB, tetapi karena ada beberapa urgensi seperti pengecoran yang tidak bisa berhenti dan sebagainya jadi sampai lewat dari pukul 22.00 WIB. Kami mohon maaf apabila memang ada ketidaknyamanan yang dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa upaya tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan. Pemerintah Kota Bogor menegaskan akan terus melakukan pengawasan agar proyek nasional tersebut tidak mengorbankan keselamatan dan kenyamanan warga. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *