KITAINDONESIASATU.COM– Transformasi besar kawasan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, mulai digerakkan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan membangun jalan baru sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar 15 meter yang akan menjadi urat nadi penghubung berbagai titik strategis, mulai dari gerbang Tol BORR hingga rencana Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala kota.
Proyek ini tidak hanya membuka akses menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kayumanis, tetapi juga menghubungkan jalur utama Jalan Sholeh Iskandar dengan lokasi rencana kampung atlet Kota Bogor yang sempat tertunda.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan titik nol pembangunan jalan dimulai dari seberang Tahu Yun-Yi Salabenda atau persis di samping Gerbang Tol Kayumanis II pada Tol BORR Jalan Sholeh Iskandar. Jalur tersebut akan dibangun hingga titik rencana pembangunan IPAL skala kota di Kayumanis.
“Di samping itu, jalan ini juga akan menghubungkan jalur utama Jalan Sholeh Iskandar dengan lokasi rencana pembangunan kampung atlet Kota Bogor,” ujar Dedie saat meninjau akses jalan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, Minggu, 10 Agustus 2025.
Menurut Dedie, ketika jalan ini selesai dibangun dan terkoneksi dengan berbagai lokasi, masyarakat di tengah wilayah Kelurahan Kayumanis tidak akan lagi terisolir. Akses pergerakan ekonomi warga akan lebih mudah, yang diharapkan berdampak pada peningkatan potensi ekonomi masyarakat.
Tak hanya itu, Pemkot Bogor juga telah melakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat terkait rencana pembangunan SMAN 11 Kota Bogor pada 2026 mendatang.
“Artinya, penataan kawasan Tanah Sareal, khususnya di Kayumanis, bukan hanya membangun sekolah, tetapi juga akses jalannya, IPAL, dan rencana kampung atlet yang sempat tertunda,” kata Dedie.
Dedie menjelaskan, ujung dari pembangunan jalan ini akan menghubungkan wilayah Kota dan Kabupaten Bogor dengan jalur menuju Villa Mutiara dan Cimanggis Bilabong, Kemang. Hal ini diyakini akan semakin mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat di dua wilayah tersebut.
