“Waktu itu banyak yang datang untuk ziarah, dan saat diketahui ada nama ‘Huda’ yang dicoret di batu. Sudah dihapus, tapi tetap sulit hilang,” katanya.
Firman menduga vandalisme tersebut menggunakan minyak, sehingga membuatnya lebih sulit untuk dibersihkan.
“Nanti akan dilibatkan arkeolog untuk membersihkannya. Kami akan berusaha sebaik mungkin,” pungkasnya. (Nicko)


