News

Jadi Produsen Jagung Terbesar di Jawa Barat, Pemkab Garut Raih Penghargaan

×

Jadi Produsen Jagung Terbesar di Jawa Barat, Pemkab Garut Raih Penghargaan

Sebarkan artikel ini
produsen jagung
Kepala Bidang Sarana Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mewakili Pemkab Garut menerima piagam penghargaan dari Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, di Putri Gunung Hotel, Lembang, Bandung

KITAINDONESIASATU.COM -Kabupaten Garut kembali meraih prestasi di sektor pertanian dengan mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai Kabupaten dengan Produksi Jagung Terbesar di Jawa Barat pada tahun 2024.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besar Kabupaten Garut dalam memenuhi kebutuhan jagung di provinsi tersebut.

Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Yanti Hidyatun Zakiah, kepada Ardhy Firdian, Kepala Bidang Sarana Dinas Pertanian Kabupaten Garut, dalam acara yang digelar di Putri Gunung Hotel, Lembang, Bandung, Kamis (28/11/2024).

Baca Juga  68 Kelurahan Dibekali, Jenal Mutaqin Buka Fakta Minimnya Kolaborasi KKMP dengan MBG

Informasi diterima kitaindonesiasatu.com, Kabupaten Garut selama ini berperan penting dalam pasokan jagung di Jawa Barat.

Garut diketahi menyumbang 60 persen dari total produksi jagung di provinsi ini, dengan rata-rata produksi tahunan mencapai 600.000 ton.

Luas lahan yang digunakan untuk penanaman jagung di Kabupaten Garut mencapai 68.000 hektar per tahun, dengan produktivitas rata-rata 7 hingga 8 ton per hektar.

Bahkan, di beberapa wilayah sentra produksi, produktivitas dapat mencapai lebih dari 8 ton per hektar jagung pipil kering.

Haeruman, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, menyampaikan bahwa keberhasilan Garut sebagai produsen jagung terbesar sangat dipengaruhi oleh kondisi lahan yang sangat mendukung.

Baca Juga  Pemkab Garut dan Ojek Online Gelar Doa Bersama, Bupati Tegaskan Garut Tetap Aman dan Kondusif!

Selain itu, upaya intensif dari Dinas Pertanian dalam pengembangan sarana dan prasarana, penyuluhan kepada petani, serta perlindungan terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) berperan besar dalam menjaga kelangsungan produksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *