Bom termobarik beroperasi dengan menyebarkan awan bahan bakar ke udara, diikuti oleh penyalaan yang menghasilkan ledakan dahsyat, menghasilkan gelombang termal yang membakar dan gelombang kejut yang cukup kuat untuk meruntuhkan bangunan dan menyebabkan korban yang menghancurkan dalam radius yang luas.
Meskipun ledakan dramatis ini mungkin menunjukkan adanya persediaan senjata yang mudah menguap di lokasi yang menjadi sasaran, sumber sebenarnya dari malapetaka tersebut terletak pada amunisi khusus yang digunakan.
Strategi ini merupakan bagian dari taktik militer yang dirancang untuk memaksimalkan kerusakan, melumpuhkan infrastruktur, dan memberikan tekanan besar pada lingkungan yang menjadi sasaran. (Aris MP)


