Berita UtamaNews

Isi Lengkap Pidato Perdana Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, Singgung Pemimpin yang Suka Caci Maki

×

Isi Lengkap Pidato Perdana Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, Singgung Pemimpin yang Suka Caci Maki

Sebarkan artikel ini
Isi Lengkap Pidato Perdana Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, Singgung Pemimpin yang Suka Caci Maki
Isi Lengkap Pidato Perdana Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, Singgung Pemimpin yang Suka Caci Maki

Mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia. Saya sudah mempelajari bersama pakar-pakar yang membantu saya. Saya yakin, paling lambat dalam 4 sampai 5 tahun, kita akan swasembada pangan. Bahkan, kita siap menjadi lumbung pangan dunia.

Saudara-saudara sekalian, kita juga harus siap dalam keadaan ketegangan, dalam kemungkinan terjadi perang di mana-mana. Kita harus siap dengan kemungkinan yang paling buruk. Negara-negara lain akan memikirkan kepentingan mereka sendiri. Jika terjadi hal yang tidak kita inginkan, sulit bagi kita untuk mendapatkan sumber energi dari negara lain. Karena itu, kita harus swasembada energi, dan kita mampu untuk swasembada energi.

Kita diberi karunia oleh Tuhan yang Maha Besar tanaman-tanaman yang membuat kita bisa tidak tergantung pada masalah lain. Tanaman-tanaman seperti kelapa sawit dapat menghasilkan solar dan bensin. Kita juga memiliki tanaman-tanaman lain seperti singkong, tebu, sagu, jagung, dan lain-lain. Kita juga memiliki energi geothermal yang cukup dari bawah tanah. Kita memiliki batubara yang sangat banyak, serta energi dari air yang sangat besar.

Saudara-saudara sekalian, saya pimpin nanti akan fokus untuk mencapai swasembada energi.

Alhamdulillah, kita punya sumber air yang cukup, dan kita sudah memiliki teknologi untuk menghasilkan air yang murah serta bisa memenuhi kebutuhan kita.

Saudara-saudara sekalian, kepada rakyat kita yang masih dalam keadaan susah, kita harus yakin bahwa subsidi-subsidi itu sampai kepada mereka yang membutuhkan. Kita harus berani meneliti, dan jika perlu, kita ubah sistemnya agar langsung tepat sasaran kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan, dengan teknologi yang sesuai.

Aliran-aliran bantuan itu tidak sampai kepada mereka yang membutuhkan. Anak-anak kita semua harus bisa makan bergizi minimal satu kali sehari, dan itu akan kita lakukan. Itu bisa kita lakukan, saudara sekalian.

Selain itu, kita harus menjamin dan melindungi mereka yang paling lemah untuk mencapai kesejahteraan sejati dan kemakmuran yang sebenarnya. Kita perlu melakukan hilinisasi kepada semua komunitas yang kita miliki. Nilai tambah dari semua komunitas itu harus menambah kekuatan ekonomi kita sehingga rakyat kita bisa mencapai tingkat hidup yang sejahtera. Seluruh komunitas kita harus bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

Saya sudah katakan, kita harus berani menghadapi dan memberantas korupsi dengan perbaikan sistem, penegakan hukum yang tegas, dan digitalisasi. Insya Allah, kita akan mengurangi korupsi secara signifikan.

Tapi ini harus kita lakukan. Seluruh unsur pimpinan harus memberi contoh. Ingat, jika ikan menjadi busuk, busuknya mulai dari kepala. Semua pejabat dari semua tingkatan harus memberi contoh untuk menjalankan kepemimpinan yang bersih, dimulai dengan contoh dari atas, dan setelah itu, penegakan hukum yang tegas dan keras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *