KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Irine Tusiana Roba Putri, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan di Indonesia akan memperkuat negara.
Hal ini ia sampaikan saat memimpin delegasi DPR RI dalam sidang Komisi Status Perempuan (Commission on the Status of Women/CSW) ke-69 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Menurut Irine, Indonesia dapat belajar dari negara-negara lain yang telah membuat kebijakan serta mengalokasikan anggaran guna mendorong kesetaraan gender.
“Kami percaya bahwa jika perempuan berdaya, maka negara juga akan menjadi lebih kuat,” ujar Irine, dikutip dari laman dpr.go.id pada Sabtu, 15 Maret 2025.
Ketidakadilan Gender Masih Jadi Tantangan Global
Irine menyoroti bahwa ketidakadilan terhadap perempuan masih terjadi di berbagai belahan dunia, khususnya dalam akses pendidikan dan ekonomi.
Ia menekankan bahwa forum UN CSW ke-69 menjadi wadah bagi anggota parlemen global untuk kembali menegaskan komitmen mereka dalam memperjuangkan kesetaraan gender.
Di Indonesia sendiri, berbagai capaian telah diraih dalam upaya mendorong kesetaraan gender. Salah satu pencapaian yang disebut Irine adalah meningkatnya jumlah angkatan kerja perempuan sebesar 3 persen.
Namun, ia mengakui bahwa angka tersebut masih jauh dari target ideal, terlebih tren global menunjukkan bahwa perjuangan kesetaraan gender saat ini belum sesuai jalurnya.
Melalui forum ini, parlemen dunia dapat merefleksikan implementasi Beijing Platform yang telah memperjuangkan kesetaraan gender selama 30 tahun terakhir.
Forum ini juga berperan dalam mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin kelima yang menyoroti kesetaraan gender.
Delegasi DPR RI yang Hadir
Delegasi DPR RI dalam sidang ini terdiri dari Wakil Ketua BKSAP DPR RI M. Husein Fadlulloh (Fraksi Gerindra), serta anggota BKSAP lainnya, yaitu Diah Pikatan Orissa Putri Haprani, Rio A.J Dondokambey (Fraksi PDI Perjuangan), Dr. Adde Rosi Khoerunnisa (Fraksi Golkar), dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Fraksi Gerindra).
Partisipasi Indonesia dalam sidang ini diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen nasional dalam mencapai kesetaraan gender serta meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan.-***

