KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan kembali melonjak di kawasan Timur Tengah setelah Iran dan Israel saling meluncurkan serangan pada Sabtu dini hari. Serangan ini terjadi tak lama usai Teheran menegaskan penolakannya untuk berunding mengenai program nuklir mereka selama masih berada dalam tekanan, sementara negara-negara Eropa berupaya mempertahankan jalur diplomasi.
Sirene peringatan meraung di sejumlah wilayah Israel, termasuk pusat kota Tel Aviv dan kawasan Tepi Barat yang diduduki, sekitar pukul 02.30 waktu setempat (23.30 GMT Jumat malam), menyusul deteksi rentetan rudal dari Iran, menurut militer Israel.
Warga sipil panik mencari perlindungan, sementara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) segera merespons. Jet tempur Israel dilaporkan berhasil menewaskan Amin Judkhi, seorang tokoh penting di balik serangan drone Iran. Ia merupakan komandan divisi kedua kendaraan udara nirawak Garda Revolusi Iran, dan disebut sebagai aktor kunci dalam peluncuran ratusan drone ke Israel.
Serangan drone diketahui berasal dari Ahvaz, wilayah di barat daya Iran yang dikenal sebagai basis operasi Garda Revolusi untuk menyerang kepentingan Israel.
Penolakan Iran untuk berunding memperumit upaya diplomatik yang tengah diinisiasi sejumlah negara Eropa. Meski demikian, pihak internasional masih berharap agar konflik tak meluas menjadi perang terbuka yang berpotensi menimbulkan banyak korban.
Di sisi lain, militer Israel menyatakan akan terus bertindak tegas terhadap ancaman dari Iran. Mereka menegaskan bahwa operasi militer untuk menghadang drone dan rudal akan terus dilanjutkan demi melindungi warga negara mereka.Aksi saling serang yang terus meningkat antara kedua negara menambah daftar panjang konflik di Timur Tengah, dan menurut pengamat internasional, tanpa komitmen nyata untuk damai, risiko eskalasi ke konflik regional yang tak terkendali akan semakin besar.


