KITAINDONESIASATU.COM – Setelah tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, perhatian Presiden AS Donald Trump disebut mulai beralih ke Korea Utara.
Perkembangan ini memunculkan kembali spekulasi mengenai kemungkinan dibukanya jalur diplomasi baru terkait program nuklir Pyongyang yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian dunia internasional.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengungkapkan bahwa Trump menilai saat ini merupakan momentum yang tepat untuk kembali membahas isu Korea Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan keduanya dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Prancis.
Diplomasi Baru Trump Setelah Kesepakatan Iran
Perubahan fokus Washington dinilai tidak terlepas dari keberhasilan tercapainya nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Dengan situasi yang lebih stabil, perhatian Gedung Putih kini berpotensi diarahkan ke Semenanjung Korea.
Di sisi lain, Korea Selatan menilai pendekatan berupa sanksi ekonomi selama ini belum memberikan hasil yang maksimal terhadap Korea Utara.
Kerja sama militer antara Pyongyang dan Rusia disebut menjadi salah satu faktor yang mengurangi efektivitas tekanan internasional.



