KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa pemerintah Rusia masih mengedepankan penyelesaian konflik Ukraina melalui jalur politik dan diplomatik.
Meski demikian, Moskow menilai situasi semakin rumit setelah sejumlah pihak menyatakan kesepahaman yang pernah dibangun dalam KTT Anchorage tidak lagi berlaku.
Rusia menilai perubahan sikap tersebut membuat peluang penyelesaian damai semakin menantang di tengah meningkatnya ketegangan antara berbagai pihak yang terlibat dalam konflik.
Rusia Soroti Perubahan Sikap Amerika Serikat dan Sekutunya
Lavrov menyampaikan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menyatakan kesepakatan yang lahir dari pertemuan Anchorage tidak lagi memiliki relevansi.
Menurutnya, pandangan tersebut juga didukung oleh Amerika Serikat, sementara Ukraina melalui Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha turut menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut telah berakhir.
Dalam kondisi itu, Rusia menilai ruang untuk mempertahankan kesepahaman yang pernah dicapai menjadi semakin sempit. Meski demikian, Lavrov menegaskan negaranya tetap memilih penyelesaian melalui dialog dan diplomasi sebagai langkah utama.
Namun, Rusia juga memastikan akan terus berupaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan kepentingan nasionalnya.





