KITAINDONESIASATU.COM – Pesawat raksasa Rusia Antonov An-124 hingga kini masih tertahan di Bandara Pearson Toronto, Kanada.
Pesawat milik Volga-Dnepr Airlines tersebut telah berada di Kanada sejak Februari 2022, setelah datang membawa alat tes Covid-19 dari China melalui Anchorage, Alaska.
Pesawat itu seharusnya kembali ke Rusia setelah menurunkan kargo. Namun, rencana tersebut terhenti setelah Kanada menutup wilayah udaranya bagi penerbangan Rusia sebagai respons terhadap invasi Rusia ke Ukraina.
Pengadilan Kanada Tolak Banding Pesawat raksasa Rusia Antonov An-124
Nasib Antonov An-124 semakin tidak pasti setelah Pengadilan Federal Kanada menolak banding perusahaan pemiliknya yang meminta pencabutan sanksi.
Hakim Ann Marie McDonald menyatakan tidak terdapat alasan yang cukup untuk membatalkan keputusan pemerintah Kanada.
Pemerintah Kanada menilai operator pesawat tersebut memiliki keterkaitan dengan upaya Rusia menghindari sanksi melalui pengadaan barang yang dikenai pembatasan.
Ottawa kemudian menjatuhkan sanksi dan secara resmi menyita pesawat tersebut pada Juni 2023.
Volga-Dnepr Airlines membantah tuduhan tersebut dan menyatakan perusahaannya merupakan maskapai sipil yang tidak mengangkut perlengkapan militer.
Namun, pemerintah Kanada menilai perusahaan tersebut memperoleh keuntungan dari kontrak serta subsidi pemerintah Rusia.
Selama tertahan, pesawat juga menanggung biaya parkir yang mencapai sekitar 1.650 dolar AS per hari.
Kanada sebelumnya bahkan mempertimbangkan untuk memindahkan Antonov An-124 ke Ukraina sebagai bagian dari kebijakan penyitaan aset Rusia.





