Ia mengatakan, jika kaum zionis berani melakukan kesalahan lain, mereka akan menghadapi Iran dengan kekuatan dan kemampuan yang jauh lebih besar dibandingkan saat perang yang disebut Perang Ramadhan dulu.
“Kami akan membela hak-hak sah bangsa Iran dengan segenap tenaga, dan akan memotong tangan siapa saja yang berani bertindak agresif terhadap kami,” tandasnya dengan nada mengancam.
Pernyataan ini muncul di tengah situasi kawasan yang masih sangat tidak menentu, di mana ketegangan antara kedua kubu belum benar-benar mereda, dan setiap pernyataan resmi masih menjadi indikator utama arah perkembangan konflik selanjutnya.***
