Pyongyang menilai perluasan jaringan logistik dan peningkatan kemampuan operasional NATO berpotensi memperbesar ketegangan global.
Sementara itu, NATO tetap mempertahankan sikap bahwa seluruh kebijakan pertahanannya bersifat defensif dan bertujuan menjaga keamanan kolektif negara-negara anggota serta mencegah munculnya ancaman terhadap stabilitas kawasan.(*)





