Di sisi lain, Partai Demokrat turut mengkritik langkah tersebut. Mereka menilai konflik yang telah menimbulkan kerugian besar justru berakhir dengan kesepakatan yang dianggap tidak jauh berbeda dari kondisi sebelum perang terjadi.
Meski mendapat tekanan dari berbagai pihak, Trump tetap mempertahankan kebijakan tersebut. Ia menegaskan bahwa kesepakatan damai ini merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas kawasan dan menjamin kelancaran distribusi energi global.
Namun, pemerintah AS juga menegaskan bahwa langkah militer tetap menjadi opsi apabila proses negosiasi lanjutan tidak berjalan sesuai harapan.(*)



