KITAINDONESIASATU.COM – Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (18/8/2026) dan mencatat kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut.
Pergerakan tersebut dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi setelah prospek kesepakatan untuk mengakhiri konflik Timur Tengah kembali meredup.
Pada pukul 18.00 WIB, harga minyak mentah Brent kontrak Oktober 2026 naik 0,08 persen atau 7 sen menjadi US$90,94 per barel.
Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak September 2026 menguat 0,63 persen atau 53 sen ke US$85,03 per barel.
Selat Hormuz Jadi Sorotan Pasar Minyak
Brent dan WTI sempat menyentuh level tertinggi sejak akhir Juli pada awal perdagangan.
Penguatan harga minyak terutama dipengaruhi ketidakpastian mengenai keberlanjutan gencatan senjata serta ancaman terganggunya jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz.
Iran disebut mengambil sikap yang lebih ofensif setelah proses negosiasi perdamaian mengalami hambatan.
Sementara itu, Amerika Serikat tidak menunjukkan minat untuk memperpanjang kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat.
Kondisi tersebut membuat pasar khawatir konflik berkepanjangan dapat memengaruhi pasokan minyak global. Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena merupakan salah satu jalur strategis perdagangan energi dunia.
Meski demikian, sebagian pengiriman minyak masih berlangsung melalui kawasan tersebut.
Saudi Aramco juga disebut kembali melakukan pemuatan minyak dan menawarkan pengiriman melalui mekanisme transfer antar kapal di sekitar Fujairah, Uni Emirat Arab.
Ketidakpastian geopolitik diperkirakan masih menjadi faktor penting dalam menentukan harga minyak pada kuartal keempat 2026 hingga 2027. Jika gangguan pasokan semakin meluas, tekanan terhadap harga minyak berpotensi meningkat.





